Di wilayah Provinsi Bengkulu terdapat berbagai objek wisata yang terdiri objek wisata alam, sejarah dan budaya. Berikut ini beberapa objek wisata yang terdapat di wilayah Provinsi Bengkulu.
1. Museum Bengkulu
Di museum ini terdapat mesin cetak Drukkey Populair merek “Golden Press” buatan USA tahun 1930 yang pernah digunakan sebagai mesin pencetak “uang merah”, sejenis Oeang Republik Indonesia (ORI) yang berfungsi sebagai alat tukar yang sah untuk wilayah keresidenan Bengkulu.
2. Air Panas Suban
 
Objek wisata ini merupakan wisata alam terletak di kota Curup ibukota Kabupaten Rejang Lebong. Di lokasi ini terdapat pemandian air panas oleh Pemerintah Daerah setempat dan terdapat air terjun dengan ketinggian 75 meter berhawa sejuk dengan panorama alam yang indah. Di Air Panas Suban terdapat “Batu Menangis” yang menurut legenda merupakan inkarnasi dari seorang putri yang ditinggal oleh kekasihnya. Lokasi berada sekitar 90 km ke arah Timur Laut dari Bengkulu atau sekitar 2 jam perjalanan.

3. Pantai Panjang Gading Cempaka
 
Pantai ini membentang sepanjang 7 km dengan pasirnya yang bersih. Disepanjang pantai terdapat banyak pohon cemara dan beberapa rumah makan, side cottage dan kolam renang. Letak pantai sekitar 3 km dari pusat kota.
 
4. Bunga Rafflesia Arnoldi
 
Bunga ini pertama kali ditemukan di Bengkulu pada masa pendudukan Inggris oleh Sir Thomas Stanford Raffles dan Dr. Arnold di dusun Lubuk Tapi, Kabupaten Bengkulu Selatan pada tahun 1818. Diamater bunga mencapai 100 cm sehingga merupakan jenis bunga terbesar di dunia. Masa kuncup bunga ini berkisar antara 6 sampai 8 bulan, sedangkan masa berkembangnya dengan mekar segar kurang lebih 15 hari. Keunikan bunga ini selain besar dan warnanya yang menarik adalah tidak berakar, tidak berdaun dan tidak berbatang.
Lokasi bunga ini tersebar di seluruh daerah Bengkulu di lereng bukit Barisan, tetapi yang sudah dikonservasikan oleh Direktorat perlindungan Alam Bengkulu, yaitu di :
  • Lokasi Pagar Gunung I, II, III di daerah Kepahiang, Kab. Rejang Lebong (sekitar 55 km dari Bengkulu)
  • Hutan Lindung Taba Penanjung I dan II, Kabupaten Bengkulu Utara (sekitar 30 km dari Bengkulu)
  • Desa Lubuk Tapi, 15 km dari kota Manna Kab. Bengkulu Selatan.
5. Bukit Kaba
 
Lokasi bukit Kaba terletak sekitar 19 km dari kota Curup dengan ketinggian 1.937 meter dari permukaan laut. Di kawasan ini terdapat 2 buah kawah belerang yang cukup besar dengan 12 kepundannya yang masih aktif. Kawasan ini telah banyak dikunjungi oleh wisatawan nusantara untuk menyaksikan kawah belerang Bukit Kaba yang menakjubkan.
 
6. Benteng Marlborough
 
Benteng Marlborough merupakan benteng peninggalan Inggris, didirikan oleh East Indian Company pada tahun 1713-1719 dibawah pimpinan Gubernur Joseph Callet merupakan benteng terkuat Inggris di daerah Timur setelah Benteng George di Madras. Benteng ini didirikan di atas bukit buatan, menghadap arah kota Bengkulu dan memunggungi Samudera Hindia. Bila berdiri di salah satu sisi benteng, kita akan dapat menyaksikan panorama Pantai Padri yang indah dikala matahari terbenam. Tidak jauh dari lokasi benteng terdapat monumen Thomas Parr yang dibangun pemerintah Inggris untuk mengenang residen Thomas Parr yang meninggal di Bengkulu.

7. Museum Rumah Kediaman Bung Karno
 
Bung Karno, proklamator kemerdekaan dan presiden pertama Republik Indonesia, sebelum kemerdekaan pernah diasingkan di Bengkulu. Rumah kediaman selama dalam pengasingan terletak di Jalan Soekarno Hatta dan barang-barang peninggalan beliau tersimpan di dalamnya. Saat ini rumah tersebut telah dijadikan museum oleh pihak Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

8. Masjid Jamik
 
Masjid Jamik yang berbentuk unik terletak di pusat kota Bengkulu merupakan karya Bung Karno sewaktu diasingkan di Bengkulu.
  
9. Makam Sentot Alibasha
 
Sentot Alibasha, panglima pada masa perjuangan Pangeran Diponegoro pernah ​diasingkan di Bengkulu sampai akhir hayatnya oleh pemerintah Hindia Belanda dan dimakamkan di Kota Bengkulu.

10. Perayaan Massal Tabot
 
Upacara ini dilaksanakan sekali setahun di Kota Bengkulu dari tanggal 1 s/d 10 Muharam. Selama 10 hari tersebut dilaksanakan berbagai upacara dan tari-tarian adat yang bersifat tradisional dan berakar dari kehidupan agama. Pelaksanaan perayaan ini cukup meriah sehingga merupakan salah satu hiburan yang menarik di Provinsi Bengkulu dan sekitarnya.
  
11. Suaka Margasatwa dan Taman Perburuan
- Bukit Gedang Seblat
Kawasan seluas 48.750 Km2 merupakan bagian dari Taman Nasional Seblat yang telah ditetapkan Pemerintah yang terletak di Kabupaten Bengkulu Utara sekitar 110 Km dari kota Bengkulu.
Satwa yang banyak terdapat dan dilindungi oleh undang-undang meliputi gajah, harimau, rusa, menjangan, buaya, kera dan berbagai jenis burung serta binatang melata lainnya.
- Gunung Nunua
Terletak di Pulau Enggano, kawasan seluas 10.000 ha yang diarahkan sebagai Taman Perburuan (babi dan kerbau liar).
- Semindang Bukit Kabu
Terletak di Kabupaten Bengkulu Utara, merupakan taman seluas 15.300 ha untuk berburu binatang babi, rusa, menjangan dan kera.
12. Sentra Makanan dan Souvenir Khas Bengkulu
Berlokasi di jalan Soekarno-Hatta (Anggut Atas). Sepanjang jalan ini dapat ditemui toko-toko yang menjajakan makanan dan souvenir khas Bengkulu seperti lempok durian, kue perut punai, emping dan lainnya.
13. Simpang Lima - Soeprapto
Merupakan kawasan pertokoan yang terbentang di sepanjang Jalan Soeprapto. Kawasan ini terdapat toko-toko yang menjual kebutuhan sehari-hari, dari makanan sampai pakaian.
1. Cagar Alam Laut Kepulauan Krakatau
new15.jpg
Kepulauan ini berada di Kalianda Kabupaten Lampung Selatan, yakni Selat Sunda, diantara Ujung Barat Pulau Jawa dan Ujung Selatan Pulau Sumatera. Kepulauan Krakatau terdiri dari beberapa pulau yaitu Pulau Sertung, Pulau Krakatau Kecil, Pulau Krakatau Besar dan Pulau Anak Krakatau yang masih aktif. Juga terdapat sumber air panas belerang yang dapat untuk mengobati penyakit. Untuk menuju kepulauan ini dapat ditempuh 3 jam perjalanan dari Canti (Lampung) dan 6 jam perjalanan apabila ditempuh melalui Carita (Jabar), semuanya ditempuh dengan kapal motor.




2. Pantai Merak Blantung/Marina

new1.jpgHanya 1 jam berkendaraan berjarak 51 km. Disebelah selatan Bandar Lampung, terletak di tepi teluk kecil yang indah dan alami yaitu Teluk Blantung di dalam kawasan Teluk Lampung. Aktivitas wisata yang ditawarkan disini antara lain perkemahan, memancing, olah raga laut - wind surfing dengan fasilitas cottages, restoran, beach-club, dls-nya.










3. Pantai Wartawan & Gunung Botak

new4.jpg
 
Terletak di tepi selatan jalan lingkar Gunung Rajabasa, 30 menit dari kota Kalianda. Pantai ini merupakan pantai yang ideal untuk mandi dan menikmati panorama pulau-pulau termasuk Krakatau dan alam pegunungan. Sebuah sumber air panas mineral yang bercampur dengan air laut terdapat di kaki bukit sebelah timur pantai.







4. Pulau Condong & Pasir Putih

new5.jpg
Terletak 16 km ke selatan Bandar Lampung di tepi jalan raya Bandar Lampung – Kalianda – Pelabuhan ferry Bakauheni. Pulau Condong merupakan pulau yang ideal untuk mandi, berenang, berjemur diri di sinar matahari. Kios-kios makan, minum tersedia di pantai pasir putih termasuk penyewaan perahu motor untuk menuju Pulau Condong (Pulau Condong Darat, Sulah, Laut) yang hanya memerlukan waktu 10 menit.





5. Air Terjun Way Lalaan

new6.jpg
Obyek wisata ini menempati suatu lembah di kaki gunung Tanggamus yang berhawa sejuk dimana terdapat air terjun bertingkat yang jarak satu sama lainnya l.k. 200 m. Air terjun ini merupakan aliran dari sungai Lalaan yang bermuara ke Teluk Semangka. Sebuah tangga semen sepanjang l.k. 100 m menurun menuju lembah dibangun sejak zaman Belanda dahulu kala. Payung-payung peristirahatan, kamar ganti pakaian dan peralatan parkir tersedia bagi pengunjung yang datang. Way Lalaan terletak di sisi jalan raya Bandar Lampung ke Kota Agung 1,5 jam berkendaraan dari Bandar Lampung.



6. Danau Ranau

new7.jpg
Danau Ranau merupakan danau alam yang luasnya l.k. 144 km2 dan menjadi batas Propinsi Lampung di bagian utara dengan Sumatera Selatan, 4 jam berkendaraan dari Kotabumi Lampung Utara. Penginapan terdapat di daerah Banding Agung di tepi danau (Pusri, Putri Gunung dan lain-lain). Pada beberapa tepi danau terdapat sumbersumber air panas mineral yang berasal dari kaki gunung Seminung di tepi selatan danau, yang merupakan daerah perkebunan tembakau rakyat zaman Belanda.




7. Bendungan Way Rarem

new8.jpgTerletak di Desa Pekurun Kecamatan Abung Barat, dengan jarak tempuh dari Ibu Kota Kabupaten (Kotabumi) kurang lebih 16 km dan dari Ibu Kota Provinsi (Bandar Lampung) kurang lebih 116 km. Bendungan Way Rarem memiliki luas 49,20ha dengan genangan air seluas 1.200ha, tinggi bendungan 59m dan kedalaman air 32m , bendungan ini mampu mengairi sawah seluas kurang lebih 22.000ha. Pesona alam yang di berikan melalui Obyek Wisata ini sangat menarik. Hamparan air dengan latar belakang pegunungan yang hijau menyatu bernuansa keindahan dan kesejukan hati bagi setiap pengujung. Karenanya Bendungan Way Rarem merupakan Obyek Wisata andalan bagi Kabupaten Lampung Utara. Bendungan Way Rarem menjanjikan peluang investasi di bidang Pembangkit Listrik Tenaga Air.

8. Gunung Rajabasa

new9.jpgSuatu kawasan hutan yang cukup banyak menyimpan kekayaan dan keindahan alam. Sumber air panas belerang dan mineral lain yang keluar pada beberapa pantai di kaki gunung sebelah barat daya yang berbatasan dengan garis pantai Teluk Lampung bagian timur. Peninggalan sejarah berupa benteng-benteng pertahanan dan Pahlawan Nasional Raden Intan menentang penjajahan Belanda pada abad XVIII. Suatu jalur jalan melingkar mengelilingi gunung yang dibuat sejak zaman Penjajahan dahulu berawal di Kota Kalianda (Ibukota Lampung Selatan) 51 km selatan Bandar Lampung, melewati daerah bagian selatan yang menyimpan serangkaian atraksi pemandangan laut dan pulau-pulaunya (termasuk Krakatau) serta atraksi wisata yang ada di Teluk Lampung bagian timur tersebut.

9. Taman Nasional Way Kambas

new10.jpgTerletak 80 km dari kota Bandar Lampung yaitu tepatnya di Kabupaten Lampung Timur,
dengan luas 130.000 ha mempunyai keunikan dan daya tarik tersendiri dengan satwa liarnya, seperti Gajah Sumatera, Badak Sumatera, dan juga Harimau Sumatera. Juga merupakan pusat pelatihan gajah yang ada di Indonesia. Dapat juga untuk berekreasi dan pusat penelitian. Ditaman ini pengunjung dapat menikmati atraksi permainan gajah, disamping itu para pengunjung juga dapat menikmati menunggang gajah berkeliling taman.



10. Taman Bumi Kedaton

new11.jpgDisamping Taman Nasional Way Kambas (TNWK) yang terletak di Kabupaten Lampung Timur, saat ini bagi warga yang ingin menunggang gajah, tidak perlu lagi jauh-jauh menempuh perjalanan 80 km dari Bandar Lampung ke Pusat Latihan Gajah (PLG) Taman Nasional Way Kambas, Lampung Timur. Pasalnya, sejak akhir tahun 2004 di pinggir Kota Bandar Lampung telah dibuka sebuah taman wisata yang diberi nama Taman Bumi Kedaton. Taman wisata ini lebih mirip kebun binatang karena menghadirkan sejumlah hewan mulai dari gajah sumatera (Elephas maxsimus sumatrensis) yang didatangkan dari Taman Nasional Way Kambas (TNWK), siamang (Symphalangus syndactylus), beruk (Macaca nemestrina), kera ekor panjang (Macaca fascicularis), ayam hutan (Gallus gallus), elang (Folconidae), biawak (Varanus salvator), dan berbagai jenis ayam dari Cina, Arab, dan Australia. Kehadiran objek wisata ini menjadi salah satu hiburan tersendiri, bukan hanya bagi warga Bandar Lampung, juga warga dari luar kota yang selama ini harus ke TNWK untuk melihat gajah. Pada hari-hari libur di sini juga dipertunjukkan atraksi gajah seperti di TNWK. Lokasi Taman Bumi Kedaton terletak tujuh kilometer dari pusat Kota Bandar Lampung —arah Kampung Sukarame II, Batuputu, Kecamatan Telukbetung Barat, selama perjalanan menuju ke lokasi dapat pula menikmati suasana hutan yang terlihat di kiri kanan jalan menuju ke taman wisata ini. Wilayah yang terletak di dataran tinggi ini juga memberikan panorama tersendiri bagi pengunjungnya dengan melihat sebagian wilayah Bandar Lampung dari jalan yang menanjak dan berliku-liku. Selain itu, perjalanan menuju ke taman wisata ini juga didapati pedagang buah-buahan seperti durian dan pepaya.
 
11. Museum Sai Bumi Ruwa Jurai

new12.jpgMuseum Lampung adalah salah satu tempat kunjungan wisata sejarah yang dapat digunakan sebagai sarana pendidikan, penelitian, dan rekreasi. Terletak di jalan Z.A. Pagaralam. 5km di sebelah utara pusat kota tanjungkarang dan hanya 400m dari terminal bus Rajabasa. Koleksi yang dapat dijumpai diantaranya adalah benda-benda hasil karya seni, keramik dari negeri siam dan China pada zaman Dinasti Ming, serta stempel dan mata uang kuno pada masa penjajahan Belanda. Koleksi-koleksi tersebut berjumlah 2.893 buah meliputi benda-benda geologi, biologi, etnografi, arkeologis, dan lainnya. Salah satu jenis koleksi yang berkaitan dengan kebudayaan Lampung adalah koleksi etnografika yang memperlihatkan ciri khas etnis tertentu melalui cara pembuatan dan pemakaiannya.

12. Menara Siger

new13.jpgMerupakan icon Lampung dan sebagai titik nol jalan lintas Sumatera (pintu gerbang Pulau Sumatera). Dengan bentuk architecture crawn yang indah berwarna kuning, menara ini dapat dilihat dari jauh ketika kapal akan berlabuh di Pelabuhan Bakauheni baik pagi maupun malam hari dengan lampu sorot dan sekaligus dijadikan menara lampu oleh kapal-kapal yang akan merapat di Pelabuhan. Di puncak menara,  terdapat payung tiga warna (putih-kuning-merah) sebagai simbol tatanan sosial masyarakat Lampung. Menara yang mengusung adat budaya Lampung dan sekaligus landmark dari kawasan Bakauheni ini menyimpan prasasi kayu are sebagai simbol pohon kehidupan bagi masyarakat Lampung. Hal tersebut menjadikan menara siger sebagai mahkota budaya kehidupan masyarakat.

13. Pantai Mutun dan Pulau Tangkil

new14.jpg
Terletak di Lempasing, 25 km arah barat daya dari Bandar Lampung. Pantai ini menawarkan keindahan alam dengan pasir putih, air yang cukup jernih, dan bukit di sekitarnya. Di pantai ini wisatawan dapat berenang dan menikmati fasilitas kano, banana boat, dan menyewa perahu motor menuju Pulau Tangkil, yang memiliki kejernihan air melebihi di Pantai Mutun.
Edy Saputra Hutasuhut: Fa. Sibualbuali, PT. ALS dan CV. Sampagul dari Tap...: Sibualbuali: Pionir Lintas Sumatra dari Padang Sidempuan Bis Sibualbuali 1970an (foto:panorama.com) Jauh sebelu...


Kelok 9 adalah bagian jalan Lintas Tengah Sumatra, yang menghubungkan provinsi Riaudengan provinsi Sumatra Barat. Kelok 9 terletak di kabupaten 50 kota, terletak sekitar 25 kilometer dari kota Payakumbuh ke arah Pekanbaru (Riau). Nama kelok 9, karena jalan ini bentuknya berkelok-kelok dengan banyak kelokan ada 9 buah kelokan.
Kelok 9 ini menjadi salah satu tempat peristirahatan favorit pemudik dari Riau menuju Sumbar terutama pengendara motor karena dapat melepas penat sejenak sambil menikmati pemandangan. Di sini juga ada warung-warung kecil yang menjajakan makanan. Nah, karena setiap lebaran jalan kelok 9 yang sempit ini selalu macet apalagi pemudik yang singgah turut menambah kemacetan, maka sejak 2003 diadakanlah megaproyek 5 tahunan pembangunan JEMBATAN KELOK 9.

Pengembangan

Sejak tahun 2003, mulai dilakukan pembangunan jembatan sekaligus ruas jalan baru di sekitar Kelok 9. Panjang keseluruhan jembatan dan jalan yang dibangun adalah 2.537 meter, dengan 964 meter di antaranya merupakan jembatan dengan lebar mencapai 13,5 meter dan tinggi pelindung di sisi kiri dan kanan 1 meter. Pembangunan ini ditangani dalam dua tahap. Tahap pertama adalah pembangunan empat jembatan sepanjang 720 meter dengan jalan penghubung sepanjang 1.950 meter, sedangkan tahap kedua akan membanguan dua jembatan sepanjang 250 meter dan jalan penghubung sepanjang 1 km. Saat ini, pembangunan tahap satu telah selesai pengerjaannya. Sementara itu, pembangunan tahap dua yang ditaksir akan menelan biaya Rp187 miliar, ditargetkan akan selesai pada akhir tahun 2012. Setelah kedua tahapan pembangunan selesai, ruas jalan lama nantinya akan difungsikan sebagai objek wisata.
Pembangunan dan pengalokasian anggaran dilakukan secara bertahap sejak tahun 2003 hingga tahun 2012. Dari tahun 2003 sampai 2007, masing-masing menghabiskan biaya Rp10,345 miliar, Rp13,920 miliar, Rp10,725 miliar, Rp30 miliar, Rp15 miliar. Sedangkan dari tahun 2007 sampai 2009 Rp173 miliar, dan 2011 Rp60 miliar. Untuk tahun 2012, telah dianggarkan dana senilai Rp198 miliar. Dengan demikian, keseluruhan biaya pembangunan tahap satu jembatan dan jalan Kelok 9 telah menghabiskan Rp312,99 miliar.
Copyright © 2012 Raun-raun Medan