Tampilkan postingan dengan label Jalinsum. Tampilkan semua postingan

Palembang, PU-News.com
Pemerintah sedang memperbaiki draf peraturan presiden tentang penugasan terhadap badan usaha milik negara untuk membangun Jalan Tol Trans-Sumatera. Perbaikan difokuskan pada antisipasi kemungkinan BUMN yang ditugasi gagal melaksanakan pembangunan. Demikian disampaikan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Armida S Alisjahbana di sela-sela penjaringan aspirasi terkait Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015- 2019, Senin (3/3/2014), di Palembang, Sumatera Selatan.

Pembangunan Tol Trans-Sumatera yang direncanakan sejak beberapa tahun lalu kembali tertunda. Pemerintah tak menganggarkan dana pembangunan tol itu dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2014. Peraturan presiden (perpres) yang menugasi badan usaha negara milik negara PT Hutama Karya untuk membangun tol itu juga belum terbit. Menurut Armida, Kementerian Pekerjaan Umum meminta draf perpres itu diperbaiki untuk mengantisipasi kemungkinan PT Hutama Karya menghadapi masalah di tengah jalan sehingga pembangunan tol tersebut tak bisa diteruskan. ”Bagaimanapun, kemungkinan semacam itu harus diantisipasi,” kata dia.

Oleh karena itu, tutur Armida, perpres tersebut akan mencantumkan kemungkinan perusahaan lain terlibat dalam pembangunan Tol Trans-Sumatera jika PT Hutama Karya tak bisa meneruskan pembangunan.
Pihak lain ”Menteri Pekerjaan Umum meminta ada klausul bahwa pembangunan tol itu dimungkinkan juga oleh pihak lain, bukan hanya Hutama Karya. Takutnya Hutama Karya ada sesuatu sehingga tak bisa meneruskan pembangunan,” kata Armida. Jika perpres sudah terbit, ia menambahkan, pembangunan Tol Trans-Sumatera bisa dimulai. Pembangunan jalan tol itu juga akan dimasukkan ke dalam RPJMN 2015-2019 untuk menjamin pelaksanaan proyek itu.

Jalan Tol Trans-Sumatera direncanakan membujur mulai dari Aceh hingga Lampung. Panjangnya 2.771 kilometer dan dibagi menjadi 23 ruas yang akan dibangun bertahap sampai tahun 2025. Pengerjaan akan dimulai di empat ruas yang sudah diputuskan, yakni Pekanbaru-Dumai, Indralaya-Palembang, Medan-Binjai, dan Bakauheni-Terbanggi Besar.



Gambar
Jakarta (ANTARA) – Menteri Keuangan Agus Martowardojo mendukung percepatan pembangunan jalan tol Trans Sumatera dan mengharapkan PT Hutama Karya untuk memulai proyek ini.
“Kami mendukung penuh untuk aktivitas pembangunan jalan tol,” ujarnya di Jakarta, Jumat.
Agus menjelaskan beberapa alternatif pembiayaan yang dapat dilakukan oleh PT Hutama Karya sebagai salah satu BUMN yang ditugaskan pemerintah untuk mengerjakan proyek pembangunan infrastruktur ini.
Opsi pembiayaan tersebut antara lain berupa penanaman modal negara, bentuk subsidiary loan agreement atau menerbitkan obligasi baik yang dilakukan pemerintah maupun PT Hutama Karya.
Untuk itu, ia meminta adanya studi kelayakan yang memadai terkait pembangunan jalan tol antara Banda Aceh-Bakauheuni agar proyek ini dapat berjalan tepat waktu mulai 2013. 
“Kita akan lihat tapi kalau bisa didukung studi kelayakan oleh Hutama Karya. Pemerintah akan mendukung, tentunya dengan bekerja sama dengan BPJT (Badan Pengatur Jalan Tol),” katanya.
Menurut Menkeu, dengan perencanaan dan studi kelayakan yang baik, maka pembangunan jalan tol Trans Sumatera cepat terselesaikan karena dalam jangka panjang jalan ini dapat meningkatkan konektivitas antardaerah dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
“Kita ingin jalan tol sumatera cepat terwujud, ekonomi jadi semakin baik. Oleh karena itu, saya berikan `guidance` kelayakan usaha disusun, koordinasi penugasan dibangun, tapi perlu kejelasan dari BPJT,” ujarnya.
Diharapkan Peraturan Pemerintah (PP) yang menugaskan PT Hutama Karya untuk menggarap ruas tol Trans Sumatera akan selesai pada Januari tahun ini. 
Penugasan kepada PT Hutama Karya dilakukan karena tingkat pengembalian investasi (Internal Rate of Return/IRR) ruas jalan tol Trans Sumatera hanya sekitar 6-13 persen.
Dengan adanya PP tersebut, Kementerian BUMN bisa mengubah lini bisnis PT Hutama Karya dari BUMN konstruksi menjadi operator jalan tol asalkan tidak melakukan pelepasan saham perdana (IPO).
Sebagai langkah awal, PT Hutama Karya akan membangun proyek jalan tol Medan-Binjai sepanjang 16 kilometer senilai Rp3,4 triliun dengan membentuk anak usaha bernama PT Hutama Prasarana NusantaraUntuk membentuk anak usaha ini, PT Hutama Karya menggandeng PT Perkebunan Nusantara II, III, dan IV, serta perusahaan daerah PT Pembangunan Prasarana Sumatera Utara


Kelok 9 adalah bagian jalan Lintas Tengah Sumatra, yang menghubungkan provinsi Riaudengan provinsi Sumatra Barat. Kelok 9 terletak di kabupaten 50 kota, terletak sekitar 25 kilometer dari kota Payakumbuh ke arah Pekanbaru (Riau). Nama kelok 9, karena jalan ini bentuknya berkelok-kelok dengan banyak kelokan ada 9 buah kelokan.
Kelok 9 ini menjadi salah satu tempat peristirahatan favorit pemudik dari Riau menuju Sumbar terutama pengendara motor karena dapat melepas penat sejenak sambil menikmati pemandangan. Di sini juga ada warung-warung kecil yang menjajakan makanan. Nah, karena setiap lebaran jalan kelok 9 yang sempit ini selalu macet apalagi pemudik yang singgah turut menambah kemacetan, maka sejak 2003 diadakanlah megaproyek 5 tahunan pembangunan JEMBATAN KELOK 9.

Pengembangan

Sejak tahun 2003, mulai dilakukan pembangunan jembatan sekaligus ruas jalan baru di sekitar Kelok 9. Panjang keseluruhan jembatan dan jalan yang dibangun adalah 2.537 meter, dengan 964 meter di antaranya merupakan jembatan dengan lebar mencapai 13,5 meter dan tinggi pelindung di sisi kiri dan kanan 1 meter. Pembangunan ini ditangani dalam dua tahap. Tahap pertama adalah pembangunan empat jembatan sepanjang 720 meter dengan jalan penghubung sepanjang 1.950 meter, sedangkan tahap kedua akan membanguan dua jembatan sepanjang 250 meter dan jalan penghubung sepanjang 1 km. Saat ini, pembangunan tahap satu telah selesai pengerjaannya. Sementara itu, pembangunan tahap dua yang ditaksir akan menelan biaya Rp187 miliar, ditargetkan akan selesai pada akhir tahun 2012. Setelah kedua tahapan pembangunan selesai, ruas jalan lama nantinya akan difungsikan sebagai objek wisata.
Pembangunan dan pengalokasian anggaran dilakukan secara bertahap sejak tahun 2003 hingga tahun 2012. Dari tahun 2003 sampai 2007, masing-masing menghabiskan biaya Rp10,345 miliar, Rp13,920 miliar, Rp10,725 miliar, Rp30 miliar, Rp15 miliar. Sedangkan dari tahun 2007 sampai 2009 Rp173 miliar, dan 2011 Rp60 miliar. Untuk tahun 2012, telah dianggarkan dana senilai Rp198 miliar. Dengan demikian, keseluruhan biaya pembangunan tahap satu jembatan dan jalan Kelok 9 telah menghabiskan Rp312,99 miliar.
Beberapa tips bagi anda yang akan melewati atau melintasi Jalan Lintas Sumatera:
  • Persiapkan kondisi kendaraan
Persiapan utama sebelum berangkat adalah anda harus memeriksa dengan baik kondisi kendaraan anda untuk memastikan semuanya dalam kondisi yang prima. Perjalanan ke Sumatera memiliki kondisi yang beragam, seperti jalur yang meliuk-liuk, menanjak, menurun, berlubang, dan sebagainya. Pastikan semua mesin, kaki-kaki dan rem dalam kendaraan siap untuk bepergian dalam jarak jauh.

  • Tidak lupa membawa cadangan
Sebaiknya anda membawa ban cadangan.. Juga alat lainnya yang mungkin akan berguna. Karena di sana jarak antara satu kampung dengan kampung lainnya berjauhan, ada baikknya pengemudi mengerti sedikit tentang mesin jika mengalami ganguan kecil.

  • Siapkan kondisi fisik
Ini penting, terutama buat pengemudi. Perjalanan jauh kemana pun anda harus dalam kondisi yang prima. Tidak mengkonsumsi alkohol saat mau berkendara. Upayakan, anda memiliki pengganti saat menyupir. Jika ada yang hafal tentang kondisi jalan lintas sumatera akan lebih baik.

  • Hindari perjalanan di malam hari
Ini sangat penting. Perjalanan malam membutuhkan kewaspadaan yang sangat tinggi karena gelap. Dan pada malam hari pengemudi akan cenderung mengantung sehingga membahayakan perjalanan.
Selain itu, menikmati perjalanan di jalur lintas sumatera siang hari juga lebih menyenangkan. Pemandangan yang masih alami tentu menjadi hiburan tersendiri, bukan?
  • Bawa Makanan
Siapkan makanan-makanan yang dapat dimakan sewaktu-waktu untuk menghindari kelaparan saat di jalan. Berhubung jarak kampung termasuk jauh dan belum tentu ada warung-warung yang tersedia. Ada baiknya menyiapkan makanan dari awal.


  • Mengatur kecepatan
Kondisi jalan di Lintas Sumatera tidak mudah diprediksi. Banyak ditemukan lubang mungkin di tengah-tengah jalanan yang sudah diaspal. Badan jalan banyak yang tidak memiliki batas jalan sehingga berdampingan langsung dengan jurang. Tak jarang terjadi tanah yang longsor. Selain itu, kondisi di beberapa daerah yang berkelok-kelok, menanjak, dan sebagainya membuat pengemudi harus ekstra hati-hati dalam melajukan kendaraan anda. Tetap tenang dan sabar. Jika ragu untuk menyalip, sebaiknya tidak memaksakan.

  
  • Ikut Konvoi kendaraan
Disarankan, jika melewati tempat yang sepi atau saat mulai gelap, anda bisa menunggu kendaraan lain yang ingin melintas. Sabar saja, ini sering dilakukan orang-oramg yang melintas di Jalur Lintas Sumatera ini. Konvoi kendaraan bisa meminimalisir tindak kejahatan yang ingin dilakukan oknum2 tertentu.

  • Isi bensin selagi bisa
Jika menemukan pom bensin, anda jangan sia-siakan. Ingat, jarak satu dan lainnya jauh jadi anda harus mengisi bensin selagi bisa. Apalagi belakangan ini kadangkala pom bensin kehabisan persediaan bahan bakar. Semoga info di atas bermanfaat



Jalan Raya Lintas Sumatera adalah sebuah jalan raya yang membentang dari Utara sampai Selatan Pulau Sumatera. Berawal dari Banda Aceh, Nanggroe Aceh Darussalam sampai ke Pelabuhan Bakauheni, Provinsi Lampung dengan total panjang jalan 2.508,5 km. Jalan Raya Lintas Sumatera merupakan bagian keseluruhan Jaringan Jalan Asia rute AH 25.
Jalan Raya Lintas Sumatera ini sering disebut sebagai Jalan Lintas Sumatera. Dahulu Jalan Raya Lintas Sumatera sebenarnya hanya menunjuk kepada jalan raya yang berada di pesisir timur Pulau Sumatera yang berarti minus bagian jalan raya di pesisir barat yang melintasi Provinsi Sumatera Barat, Provinsi Bengkulu. Saat ini terdapat 4 jalan utama di Pulau Sumatera, yaitu Jalan Raya Lintas Barat (Jalinbar), Jalan Raya Lintas Tengah (Jalinteng), Jalan Raya Lintas Timur (Jalintim), dan Jalan Raya Lintas Pantai Timur.


1 Kota-kota yang dilintasi Jalan Raya Lintas Barat
Jalan Raya Lintas Barat melintasi 3 provinsi di Pulau Sumatera.
Sumatera Barat
  • Batu Taba
  • Solok
  • Padang Panjang
  • Sicincin
  • Lubuk Alung
  • Padang
  • Painan
  • Tapan
Bengkulu
  • Muko-muko
  • Lais
  • Kota Bengkulu
  • Manna
Lampung
  • Gunung Kemala
  • Liwa
  • Bukit Kemuning
  • Pesawaran
  • Gadingrejo
  • Kota Pringsewu
  • Pagelaran
  • Talang Padang
  • Gisting
  • Kota Agung
  • Tanggamus

2 Kota-kota yang dilintasi Jalan Raya Lintas Tengah
Jalan Raya Lintas Tengah pada dasarnya bermula dari Medan, Sumatera Utara dan berakhir di Pelabuhan Bakauheni, Lampung, melintasi 5 provinsi di Pulau Sumatera.
Sumatera Utara
  • Medan
  • Tebing Tinggi
  • Pematang Siantar
  • Parapat
  • Siborong-borong
  • Balige
  • Tarutung
  • Sipirok
  • Padang Sidempuan
  • Penyabungan
  • Kota Nopan
  • Muara Sipongi
Sumatera Barat
  • Bonjol
  • Bukittinggi
  • Singkarak
  • Kiliran Jao
  • Sungai Dareh
Jambi
  • Muara Bungo
  • Bangko
  • Sarolangun
Sumatera Selatan
  • Lubuk Linggau
  • Tebing Tinggi
  • Lahat
  • Muara Enim
  • Prabumulih
  • Baturaja
  • Martapura
Lampung
  • Bukit Kemuning
  • Kota Bumi
  • Bandar Jaya
  • Bandar Lampung
  • Pelabuhan Bakauheni


3 Kota-kota yang dilintasi Jalan Raya Lintas Timur
Jalan Raya Lintas Timur melintasi 6 provinsi di bagian pesisir timur Pulau Sumatera.
Nanggroe Aceh Darussalam
  • Banda Aceh
  • Sigli
  • Beureunun
  • Bireuen
  • Lhokseumawe
  • Lhoksukon
  • Peureulak
  • Langsa
  • Kuala Simpang
Sumatera Utara
  • Pangkalan Berandan
  • Stabat
  • Binjai
  • Medan
  • Lubuk Pakam
  • Lima Puluh
  • Kisaran
  • Rantau Prapat
  • Kota Pinang
Riau
  • Bagan Batu
  • Duri
  • Minas
  • Pekanbaru
  • Pangkalan Kerinci
  • Japura
  • Pematang Reba
Jambi
  • Merlung
  • Kota Jambi
  • Tempino
Sumatera Selatan
  • Bayung Lincir
  • Sungai Lilin
  • Betung
  • Pangkalan Balai
  • Palembang
  • Indralaya
  • Tanjung Raja
  • Kayu Agung
  • Tugu Mulyo
  • Pematang Panggang
Lampung
  • Mesuji
  • Tulang Bawang
  • Bandar Agung
  • Terbanggi Besar
  • Bandar Jaya



4 Kota-kota yang dilintasi Jalan Raya Lintas Pantai Timur
Jalan ini merupakan jalan baru dan belum tuntas pembangunannya. Jalan ini dibangun untuk mengurangi kepadatan jalan di Jalinteng bagi para pengguna jalan yang menuju Jalintim.
Lampung
  • Tulang Bawang
  • Seputih Banyak
  • Way Bungur
  • Sukadana
  • Way Kambas
  • Way Jepara
  • Labuhan Maringgai
  • Pasir Sakti
  • Sragi
  • Ketapang
  • Pelabuhan Bakauheni

Kondisi saat ini
Jalan Raya Lintas Sumatera merupakan jalur perhubungan darat yang terpenting di Sumatera. Ini dikarenakan jalur KA hanya ada di Provinsi Sumatera Utara, Sumatera Selatan dan Lampung.
Namun, banyak ruas jalan di Provinsi Sumatera Selatan dan Lampung mengalami kerusakan yang sangat parah walaupun pemerintah telah mengalokasikan banyak dana dalam beberapa tahun anggaran terakhir.
Di beberapa bagian ruas jalan yang menghubungkan antara Bengkulu dan Lampung juga rawan kejahatan di malam hari serta longsor bila hujan. Sedangkan di beberapa ruas di Jambi sering diketemukan binatang liar.
Jalan Tol Trans-Sumatera
Pada tahun 2012 pemerintah merencanakan untuk membangun jalan Tol Trans Sumatra yang menyambung Lampung dengan Acehsepanjang 2.700 kilometer . Pemerintah akan mengalokasikan dana Rp 150 trilyun buat pembangunan jalan tol di Sumatera ini. Pada tahap awal Ruas tol yang sudah siap dibangun antara lain ruas Jalan Tol Padang-Si cincin sepanjang 27 km, Jalan Tol Medan-Kuala Namo sepanjang 25 km, dan Jalan Tol Kuala Namo-Tebing Tinggi sepanjang 35 km.
Pada periode tahun 2005-2010 , Sumatera hanya mendapat anggaran untuk 2 ruas jalan tol yaitu Jalan Tol Medan-Binjai(20,5 km) dan Jalan Tol Palembang-Indralaya (24,5 km).

Sumber Wikipedia.org
Bisnis.com, JAKARTA - Tiga perusahaan BUMN perkebunan siap melepas sebagian lahannya yang bakal terkena proyek jalan tol Trans Sumatra sepanjang 2.771 km
Ketiga BUMN perkebunan itu yakni PT.Perkebunan Nusantara II (Persero), PT.Perkebunan Nusantara III (Persero), PT.Perkebunan Nusantara IV (Persero).
Deputi Bidang Usaha Industri Agro dan Industri Strategis Kementerian BUMN Muhammad Zamkhani mengatakan pada tahap awal proyek ini, pembangunan akan difokuskan kepada beberapa ruas, salah satunya Medan-Binjai sepanjang 16,8 kilo meter (KM).
Dalam proses pembebasan lahan ini, Kementerian BUMN telah berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum selaku regulator jalan tol.
Proses ganti rugi lahan milik PTPN itu sedang berlangsung. “Itu sudah lama prosesnya. Sebagian sudah dibebaskan dan sudah diterima ganti ruginya".
Copyright © 2012 Raun-raun Medan