Tampilkan postingan dengan label Wisata Sumatera. Tampilkan semua postingan
Sumatera Selatan tidak hanya memiliki Sungai Musi. Daerah itu juga punya kawasan wisata Gunung Dempo di Kabupaten Pagar Alam. 
---

GUNUNG Dempo tergolong gunung berapi aktif. Gunung setinggi 3.195 meter di atas permukaan laut tersebut masih sering mengeluarkan asap dengan menyemburkan sedikit lumpur ke dataran rendah di bawahnya. Gunung itu masuk dalam jajaran pegunungan bukit barisan yang memiliki dua puncak, yaitu Gunung Dempo dan Gunung Marapi.

Namun, kondisi itu tidak membuat minat para wisatawan untuk berkunjung ke sana berkurang. Hal tersebut tidak lepas dari potensi keindahan alam yang disajikan Gunung Dempo. Terdapat sungai kecil dengan air yang jernih serta kawasan hutan ketika menuju ke puncak Gunung Dempo. Para pendaki sering memanfaatkan air sungai tersebut untuk air minum selama perjalanan.

Untuk mendaki, pengunjung harus melalui kawasan hutan dengan menelusuri jalan setapak yang dipenuhi akar-akar pepohonan besar. Keadaan hutan itu sangat lebat dan sunyi sehingga pengunjung sesekali bisa mendengar kicauan burung. Dari ketinggian tertentu, pengunjung dapat menyaksikan hamparan kebun teh yang hijau. Kebun teh seluas 1.500 hektare tersebut merupakan milik PT Perkebunan Nusantara PTPN VII.

Panorama lebih indah lagi jika dilihat saat malam. Sebab, wisatawan bisa melihat gemerlap lampu yang menghiasi Kota Pagar Alam. Gunung Dempo terletak sekitar 310 km di sebelah barat Palembang. Gunung yang sebagian wilayahnya masuk wilayah Bengkulu tersebut juga menyimpan peradaban megalitikum. Jangan lewatkan kawahnya yang bisa berubah warna pada waktu-waktu tertentu.

''Yang jelas, bagi yang belum ke sana (Gunung Dempo,Red) rugi banget. Udaranya yang sejuk memberi nilai tersendiri,'' ujar Wawan, 30, seorang warga yang pernah berwisata ke kawasan Gunung Dempo.

Menurut dia, para wisatawan bisa berlama-lama berada di Gunung Dempo. Sebab, sarana penunjang yang disediakan sangat memadai, baik dari sisi infrastruktur, transportasi, hingga penginapan. ''Para turis yang ingin berwisata ke kawasan Gunung Dempo tidak sulit,'' jelas mantan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Sumsel Toni Panggarbesi.(asa/JPNN/c15/diq)
Medan
Medan mulanya adalah pusat pemerintahan Kesultanan Deli, sekarang merupakan Ibu Kota Propinsi Sumatera Utara dan telah berumur ratusan tahun, memiliki banyak objek wisata serta sejarah yang sangat berpotensi untuk menarik wisatawan.

Istana Maimun
Adalah sebuah istana Sultan Deli yang didirikan oleh Sultan Makmun Al-Rasyid pada tahun 1908. Istana yang telah dipugar ini masih ditempati oleh keluarga Sultan.
Slide1.JPG 
 
Mesjid Raya
Mesjid Raya adalah salah satu mesjid besar dan indah di Indonesia. Didirikan pada tahun 1906 oleh Sultan Makmun Al-Rasyid dan terletak 200 meter dari istana Maimun. Mesjid ini bercorak gaya arsitektur "Moorish" merupakan yang terbesar di jenisnya.
Slide2 (1).JPG 
 
 
Kantor Pos
Merupakan gedung peninggalan zaman kolonial, saat ini berfungsi sebagai Kantor Pos Besar medan. Gedung kuno yang menarik lainnya adalah :
• Balai Kota Medan
• Kantor Gubernur
• Tempat tinggal Gubernur
• Gedung Bank Indonesia, yang merupakan gedung bank pertama "De Javaasche Bank"
Slide3.JPG 
 
 
Danau Toba
Danau yang terkenal di dunia internasional, merupakan danau yang luas dengan panorama yang indah. Setiap tahun diadakan festival perahu tradisional “Solu Bolon” juga pertunjukan kebudayaan daerah yang terkenal dengan nama “Tortor”.
Berastagi
Terletak 1.400 meter diatas permukaan laut, terletak di daerah Kabupaten Karo. Udaranya dingin dan sejuk, dapat menikmati pemandangan gunung Sibayak dan gunung Sinabung yang indah. Daerah ini umumnya dikunjungi untuk beristirahat dan berekreasi. Banyak dijual hasil sayur dan buah-buahan di daerah Berastagi ini.

Lau Debuk-Debuk
Terletak di daerah Kabupaten Karo, merupakan objek wisata pemandian air panas yang mengandung belerang. Air ini diyakini oleh banyak orang bisa menyembuhkan berbagai penyakit, khususnya penyakit kulit.

Taman Bukit Lawang
Merupakan Taman Nasional Sibahorok, tempat pelestarian dan penangkaran Orang Utan. Juga merupakan tempat wisata berhawa sejuk.

Pulau Poncan
Merupakan salah satu pulau dengan pasir putih di pesisir selatan provinsi Sumatera Utara, Sibolga, memiliki udara pantai yang bersih dan pemandangan bawah laut yang menjanjikan.

Nias
Salah satu pulau di bagian selatan provinsi Sumatera Utara, merupakan surga untuk para pencinta surfing dan olah raga laut, terkenal dengan tradisi lompat batu.
​1. Mesjid Raya Pekanbaru
 
Lokasi : Kecamatan Senapelan 
Kotamadya : Pekanbaru

MesjidRayaPKU.JPGMesjid Raya Pekanbaru terletak di Kecamatan Senapelan memiliki nilai arsitektur tradisional yang amat menarik dan merupakan mesjid tertua di kota Pekanbaru. Mesjid ini dibangun pada abad ke 18 dan merupakan bukti bahwa Kera)aan Siak pernah berdiri di kota Pekanbaru dimasa pemerintahan Sultan Abdul Jalil Alamuddin syah dan Sultan Muhammad Ali Abdul Jalil Muazzam Syah sebagai Sultan keempat dan kelima dari Kerajaan Siak Sri Indrapura.

Di areal mesjid terdapat sebuah sumur yang mempunyai nilai magis, sering wisatawan mancanegara terutama wisatawan Malaysia mandi air sumur ini untuk membayar niat atau nazar yang dihajadkan sebelumnya.

2. Candi Muara Takus

Lokasi : Kecamatan XIII Koto 
Kabupaten : Kampar

CandiMuaraT.JPGKompleks candi ini terletak di desa Muara Takus, Kecamatan XIII Koto Kampar atau jaraknya kurang lebih 135 kilometer dari Kota Pekanbaru. Jarak antara kompleks candi ini dengan pusat desa Muara Takus sekitar 2,5 kilometer dan tak jauh dari pinggir sungai Kampar Kanan.

Kompleks candi ini dikelilingi tembok berukuran 74 x 74 meter diluar arealnya terdapat pula tembok tanah berukuran 1,5 x 1,5 kilometer yang mengelilingi kompleks ini sampal ke pinggir sungai Kampar Kanan. Di dalam kompleks ini terdapat pula bangunan candi Tua, candi Bungsu dan Mahligai Stupa serta Palangka. Bahan bangunan candi terdiri dari : batu pasir, batu sungai dan. batu bata. Menurut sumber tempatan, batu bata untuk bangunan ini dibuat di desa Pongkai, sebuah desa yang terletak di sebelah hilir kompleks candi. Bekas galian tanah untuk batu bata itu sampai saat ini dianggap sebagai tempat yang sangat dihormati penduduk.

Di dalam kompleks candi ini ditemukan pula gundukan yang diperkirakan sebagai tempat pembakaran tulang manusia. Diluar kompleks ini terdapat pula bangunan-bangunan (bekas) yang terbuat dari batu bata, yang belum dapat dipastikan jenis bangunannya.

Kompleks candi Muara Takus, satu-satunya peninggalan sejarah yang berbentuk candi di Riau. Candi yang bersifat budhistis ini merupakan bukti pernahnya agama Budha berkembang di kawasan ini beberapa abad yang silam. Kendatipun demikian, para pakar purbakala belum dapat menentukan secara pasti kapan candi ini didirikan. Ada yang mengatakan abad kesebelas, ada yang mengatakan abad keempat, abad ketujuh, abad kesembilan dan sebagainya. Tapi jelas kompleks candi ini merupakan peninggalan sejarah masa silam.

3. Komplek Istana Kerajaan Siak

Lokasi : Kecamatan Siak Sri Indrapura
Kabupaten : Bengkalis.

SiakSriIndrapura.JPGKerajaan Siak Sri Indrapura adalah sebuah kerajaan Melayu Islam yang terbesar di Daerah Riau, mencapai masa jayanya pada abad ke 16 sampai abad ke 20, dalam silsilah Sultan-sultan Kerajaan Siak Sri Indrapura dimulai pada tahun 1725 ada 12 sultan yang pernah bertahta. Pendiri kerajaan adalah Sultan Abdul Jalil Rahmad Syah (1725-1746), beliau mangkat pada tahun 1746 dan digelar dengan Marhum Buantan. Sementara sultan Keduabelas adalah Sultan Assyaidis Syarif Kasyim Abdul Jalif Syaifudin (Syarif Kasyim II), 1915-1949) Tengku Sulong. Beliau ditabalkan sebagai sultan setelah ± 7 tahun mangkatnya ayahandanya Sultan Hasyim. Beliau merupakan Sultan terakhir dan pada bulan Nopember 1945 mengirim kawat kepada Presiden Republik Indonesia yang menyatakan kesetiaanya dan beliau menyerahkan harta bendanya untuk perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia.

Kini, sebagai bukti sejarah atas kebesaran kerajaan Melayu Islam di Daerah Riau ini, dapat kita lihat peninggalan kerajaan berupa komplek Istana Kerajaan Siak yang dibangun oleh Sultan Assyaidis Syarif Hasyim Abdul Jalil Syaifuddin pada tahun 1889 dengan nama ASSIRAYATUL HASYIMIAH lengkap dengan peralatan kerajaan. Sekarang Istana Kerajaan Siak Sri Indrapura dijadikan tempat penyimpanan benda-benda koleksi kerajaan antara lain : Kursi Singgasana kerajaan yang berbalut (sepuh) emas, Duplikat Mahkota Kerajaan, Brankas Kerajaan, Payung Kerajaan, Tombak Kerajaan, Komet sebagai barang langka dan menurut cerita hanya ada dua di dunia dan lain-lain. Di samping Istana kerajaan terdapat pula istana peraduan.

4. Pasar Wisata/Pasar Bawah

Lokasi : Senapelan 
Kotamadya :Pekanbaru

PasarBawah.JPGPasar Bawah menjadi tempat kunjungan bagi wisatawan yang datang ke Pekanbaru, terutama wisatawan domestik. Di pasar berlantai empat ini wisatawan bisa membeli berbagai barang-barang eks luar negeri dengan mutu impor, misalnya keramik dari Cina, karpet dari Timur Tengah, tas wanita dari Italia, dan banyak lainnya. Juga tersedia barang-barang elektronik dan berbagai macam jenis makan kecil semuanya produk luar negeri. Uniknya, harga barang impor yang dijual di pasar bawah jauh lebih murah dibandingkan barang-barang impor yang dijual di galeri ataupun butik dimanapun juga.

Untuk menunjukkan kesan sebagai Pasar Wisata, maka arsitektur bangunan tersebut dibuat dalam gaya Melayu bercampur Tionghoa. Jika diamati dengan seksama, maka  akans terasa seperti berada di Cinatown Singapura atau Malaysia.

5. Kolam Pancing Alam Mayang

Lokasi : Kecamatan Bukit Raya 
Kotamadya : Pekanbaru

Alam Mayang nama sebuah kolam atau sarana pemancingan ikan yang berlokasi di km 8 jalan Harapan Raya, Kelurahan Tangkerang Timur, Kecamatan Bukit Raya, Pekanbaru. Tersedia tiga buah kolam dengan luas keseluruhannya 18.560 meter dan berbagai jenis ikan seperti ikan gurami, lemak, nila dan sepat siam,siap untuk kita bawa pulang bagi keluarga. Lebih menyenangkan lagi memancing bersama keluarga karena di areal kolam terdapat kantin kecil-kecilan. Terbuka kesempatan setiap hari bersantai di Alam Mayang dan sesekali kemampuan kita diuji pula dalam lomba memancing ikan.

6. Benteng Tujuh Lapis

Lokasi : Kecamatan Tambusai 
Kabupaten : Kampar

Benteng Tujuh Lapis sebagai peninggalan sejarah masa lampau terdapat di Dalu Dalu, Kecamatan Tambusai. Benteng ini dibuat untuk pertahanan melawan penjajahan oleh masyarakat di bawah pimpinan Tuanku Tambusai, dan khasnya Benteng Tujuh Lapis terbuat dari bambu.

Dengan nilai perjuangan yang melekat pada benteng ini, menjadikannya sebagai salah satu objek wisata budaya dan peninggalan sejarah perjuangan masyarakat Riau menentang
. Situs Candi Muara Jambi
Lokasi di Kecamatan Muara Sebo Kabupaten Muaro Jambi.  Merupakan kawasan arkeologi terluas di Indonesia dan Asia Tenggara yang terbentang dihamparan lahan seluas 2002,5 hektar. Selain itu, dari sisi keragaman artifacts, Candi Muara Jambi memiliki kelebihan dibandingkan candi-candi yang lain. Terdapat 8 (delapan) buah candi dalam berbagai bentuk dan ukuran antara lain: candi gumpung, tinggi, kembar batu, gedong, kedaton, koto mahligai, astano, sialang, dan candi teluk serta puluhan candi lainnya yang belum dipugar. Di kawasan ini juga dijumpai kanal-kanal yang mengelilingi kawasan percandian serta sungai melayu yang terkoneksi ke sungai batanghari.
2. Taman Nasional
Terdapat di 4 lokasi yaitu: 1) Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS), 2) Taman Nasional Berbak (TNB), 3) Taman Nasional Bukit Tigapuluh (TNBT), 4) Taman Nasioanal Bukit Duabelas (TNBD) dengan luas selurunhnya sekitar 669.130 Ha. Keempat taman Nasional ini memiliki letak dan potensi yang berbeda seperti flora, fauna, panorama dan lain sebagainya.
3. Sungai Batanghari 
Merupakan sungai terpanjang di Sumatera yaitu sekitar 1.700km. Sungai ini berhulu dari Danau atas dan danau bawah Sumatara Barat melewati pinggiran kota Jambi dan bermuala di Selat Berhala, Laut Cina Selatan.Para wisatawan dapat mengarungi sungai ini dengan menggunakan pompong sambil menikmati pemandangan di sepanjang sungai. Salah satu lokasi yang ramai adalah disekitar daerah Tanggo Rajo. Kawasan ini setiap sore sampai malam ramai dikunjungi masyaerakat Jambi dan pendatang. Menikmati berbagai macam dan makanan sambil menikmati keindahan sungai Batanghari merupakan salah satu daya tarik tempat ini.
4. Museum Perjuangan Rakyat Jambi
Terletak di jalan Sultan Agung dan jalan Slamet Riyadi. Bentuk bangunan museum ini merupakan perpaduan antara gaya rumah tradisional Jambi dan arsitektur modern. Koleksi museum ini seperti senjata api modern dan peralatan perang tradisional yaitu; keris, pedang, badik, tombak, pakain perang, ikat kepala, alat komunikasi dan perlengkapan perang bersifat religius yang digunakan rakyat Jambi untuk melawan kolonial. Disamping itu, terdapat replika pesawat terbang Catalina RI 005.
5. Kabupaten Kerinci
Merupakan salah satu Kabupaten di Provinsi Jambi yang memiliki beragam tempat wisata. Kondisi daerah yang relatif dingin di kaki Gunung Kerinci, hamparan kebun teh yang hijau, serta pemandangan alam yang indah merupakan daya tarik tersendiri dari Kabupaten Kerinci. Selain kaya akan hasil pertanian dan perkebunan, Kerinci juga memiliki makanan khas yaitu dodol kentang, sirup kayu manis, teh khas Kerinci (teh kayoe aroe). Beberapa obyek wisata di Kerinci antara lain: 1) Danau Kerinci, 2) Air Terjun Telun Berasap, 3) Bukit Kayangan, 4) Gunung Kerinci dan 5) Obyek wisata air panas.
 
 
Danau Kerinci
Gunung Kerinci
 
 
Gunung Tujuh
Air Terjun Telun Berasap
B. Kerajinan Tangan
1. Batik Tulis Jambi
Merupakan kain batik dengan motif khas Jambi yang sudah mulai sulit dicari.  Batik tulis Jambi mempunyai banyak motif dan warna, umumnya berwarna cerah yang menggambarkan keceriaan dan keriangan masyarakat Jambi. Motifnya antara lain motif Candi Muaro Jambi, kaca piring, puncung rebung, angso duo bersayap mahkota, bulan sabit, pauh (mangga), antlas (tanaman), awan berarak, dan riang-riang. Beberapa batik tulis buatan perajin batik Jambi disimpan sebagai koleksi Honimen Museum and Gardens, Forest Hill, London dan di Trouven Museum di Belanda.
2. Ukiran Akar Khas Jambi
Adalah mebel ukiran berbentuk akar dan memiliki ciri khas yaitu tidak digunakannya paku pada pengerjaannya. Kayu yang digunakan adalah kayu tembesu, kayu rengas, kayu rengas burung atau kayu sungkai.  Umumnya ukirannya meliuk-liuk mengikuti bentuk asli kayu atau akar yang digunakan. Ukiran ini khas daerah Pulau Betung, Kabupaten Batanghari.
C. Budaya
1. Upacara Mandi Shafar
Adalah salah satu bentuk upacara ritual yang telah hidup dan berkembang di desa Air Hitamlaut Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Upacara ini dilakukan setiap malam rabu minggu terakhir bulan Shafar. Upacara ini dilakukan untuk menghindar dari berbagai macam bala (kesialan/musibah). Esensi atau tiga hal utama dalam kegiatan mandi shafar, yaitu 1) menulis atau menghafal tujuh ayat Al-Quran yang diawali dengan kata salamun, 2) berniat untuk mandi, 3) melaksanakan kegiatan mandi.
2. Tari Mahligai
Merupakan tari tradisional daerah Jambi yang bersifat sakral, berasal dari desa Siula Kabupaten Kerinci. Tari ini merupakan bagian dari upacara untuk memanggil roh para leluhur agar merasuk ke dalam tubuh penari, yang pada puncak (Klimaks) tari, para penari bergerak secara lenturdan dinamis sehingga memiliki kekuatan luar biasa. Ketika telah kemasukan roh gaib, para penari mampu menari diatas pecahan beling, bara api, paku ataupun menusuk-nusukkan benda tajam pada badannya. Selama pertunjukkan, diiringi oleh musik yang terdiri dari rebana sike (gendang), gong, seruling bambu ataupun alat musik lain sesuai keperluan. Tari Mahligai sekarang telah digarap menjadi suatu karya seni pertunjukkan untuk meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap kebudayaan.
3. Suku Anak Dalam
Sering juga disebut Orang Rimba atau Suku Kubu yang merupakan salah satu suku asli di Provinsi Jambi. Suku anak dalam termasuk kategori proto melayu (Melayu Tua). Suku ini hidup berpindah-pindah di kawasan hutan secara berkelompok dan menyebar di beberapa kabupaten. Suku ini memiliki sistem kepemimpinan yang berjenjang dari yang tertinggi yaitu Temenggung, Depati, Mangku, Menti dan Jenang. Kepercayaan Suku Anak Dalam terhadap dewa-dewa roh halus yang menguasai hidup tetap terpatri, walaupun di antara mereka ada yang telah mengenal agama Islam. Mata pencaharian utama suku ini adalah berburu dan meramu di dalam hutan.
OBYEK WISATA
1.  SITUS SRIWIJAYA
lokasi di kelurahan Karang Anyar Kec. Ilir Barat Kodya Palembang.  Diresmikan Presiden Soeharto pada 22 Desember 1994 dengan peletakan kembali replika Prasasti Kedukan Bukit.  Prasasti tersebut menceritakan dua laksa balatentara Srijayanasa membangun Wanua Sriwijaya pada Tahun 606 Saka (684 Masehi) di kaki Bukit Siguntang.
2. TAMAN BUKIT SIGUNTANG
Terletak di sebelah Barat Palembang.  Tempat ini merupakan kawasan perbukitan, di tempat ini terdapat beberapa makam antara lain : Raja Si Gentar Alam, Putri Kembang Dadar, Putri Rambut Selako, Panglima Bagus Kuning, Panglima Bagus Karang, Panglima Tuan Junjungan, Pangeran Raja Batu Api dan Panglima Jago Lawang.
3. TAMAN KI GEDE ING SURO 
Merupakan kompleks pekuburan Islam yang dibangun pertengahan abad XVI, taman ini terletak di Kelurahan I Ilir.  Terdapat 38 makam, diantaranya makam Ki Gede Ing Suro yang merupakan cikal bakal Sultan Palembang.  Menurut sejarah, pada tahun 1552 Ki Gede Ing Suro mendirikan Kerajaan Palembang.
4. HUTAN WISATA PUNTI KAYUHutan  seluas 50 Ha ini, terletak di Jl. H. Burlian (KM 7) yang merupakan jalan utama antara Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II dan Kota Palembang.
 
 


5. PULAU KEMARO
Merupakan sebuah delta di sungai musi, sekitar 5 km sebelah hilir Jembatan Ampera. Di pulau ini terdapat sebuah vihara. Dalam perayaan Cap Go Me ribuan masyarakat Cina termasuk yang datang dari berbagai kota bahkan dari luar negeri berkunjung ke pulau Kemaro untuk melakukan sembahyang atau berziarah. Perayaan ini berlangsung  2 - 3 hari. Dari pulau Kemaro dapat juga disaksikan kilang minyak PERTAMINA di Plaju dan Sungai Gerong serta pabrik pupuk PT Pusri di samping berbagai kegiatan di sungai Musi.

6. JEMBATAN AMPERA DAN SUNGAI MUSI
Merupakan landmark bagi kota Palembang. Jembatan Ampera dibangun pada tahun 1962-1965, melintasi Sungai Musi dan menghubungkan Palembang bagian Ilir dan Ulu. Sejak tahun 1970-an bagian tengah jembatan ini sudah tidak bisa diangkat lagi dengan pertimbangan akan menyebabkan kemacetan yang panjang. Sungai Musi  merupakan sungai terpanjang dan terbesar di Provinsi Sumatera Selatan, dengan panjang 406 Km. Jarak Kota Palembang sampai muara sungai di Selat Bangka ± 106 Km.




7. PAGARALAM
Terletak di kaki Gunung dempo, kota ini menyinpan potensi wisata yang sangat menakjubkan. Dengan hamparan perkebunan teh yang menghijau, Pagaralam memiliki iklim yang sangat sejuk sepanjang tahun. Selain itu, terdapat banyak air terjun yang menambah asri pemandangan. Di daerah ini juga ditemukan situs purbakala yang berusia ribuan tahun.


KERAJINAN TANGAN
1. KAIN SONGKETMerupakan kain tenunan khas Sumatera Selatan terbuat dari benang mas yang didatangkan dari Cina dan Singapura, kain songket tidak dibuat dalam pabrikan namun ditenun dengan tangan oleh pengrajin tradisional.  Kain songket sangat lazim dipakai pada acara adat dan acara resmi lainnya seperti perkawinan, khitanan serta berbagai tarian khas.  Kain songket mempunyai banyak motif dan warna, umumnya berwarna cerah yang menggambarkan keceriaan dan keriangan masyarakat Sumatera Selatan, motifnya antara lain motif kembang pacar cina dan motif jantung.


2. KAIN JUMPUTANTerbuat dari sutera, pada zaman dahulu kain ini khusus dipakai oleh para gadis palembang namun sekarang kain ini biasa dipakai pada saat acara adat Palembang dan acara resmi lainnya.   Kain jumputan mempunyai paduan warna yang sangat khas umumnya berwarna mencolok seperti merah, hijau, kuning.
3. KAIN BLONGSONGTerbuat dari tenunan kain sutera maupun benang katun biasa, biasa digunakan oleh para wanita dewasa atau ibu-ibu muda.  Kain ini biasanya dipakai untuk upacara adat Palembang seperti cukuran, tunangan namun dapat pula dipakai pada pesta perkawinan sebagai pakaian penerima tamu.
4. KAIN TAJUNGKhusus dipakai oleh kaum pria dewasa biasanya untuk menambah keindahan bisa juga dipadankan dengan stelan jas atau pakaian teluk belanga.  Kain ini biasa digunakan pada saat pesta adat dan acara resmi lainnya, biasanya terbuat dari tenunan kain sutera dengan motif dan warna yang menarik. Motif yang terkenal antara lain limar,
5. UKIRAN KHAS PALEMBANGBiasanya terbuat dari kayu tembesu atau mahoni, kayu tersebut merupakan kayu khas Sumatera Selatan.  Objek yang menjadi ukiran adalah rek pengantin, dipan, buffet dan kursi, umumnya ukirannya bermotif bunga dengan warna dominan merah dan kuning emas.
Beberapa tempat wisata yang sering dikunjungi baik oleh wisatawan asing m​aupun wisatawan domestik sebagai berikut :
1. Mesjid Raya Baiturrahman

Slide9.jpgDipusat  kota Banda Aceh berdiri dengan megah sebuah Mesjid yang agung yang bernama “MESJID RAYA BAITURRAHMAN, Mesjid ini berkubah tunggal dibangun pada tanggal 27 Desember 1883. selanjutnya Mesjid ini diperluas menjadi 3 kubah pada tahun 1935. terakhir diperluas lagi menjadi 5 kubah (1959-1968), Mesjid ini merupakan salah satu Mesjid yang terindah di Indonesia yang memiliki bentuk yang manis, ukiran yang menarik, halaman yang luas dan terasa sangat sejuk apabila berada dalam ruangan Mesjid Tersebut.


2. Taman Putroe Phang

Slide3.jpg
Taman Putroe Phang dibangun oleh Sultan Iskandar Muda  (1608-1636) sebuah taman ini berada disekitar Istana berdekatan dengan Gunongan. Sultan Iskandar Muda Membangun Taman Putroe Phang dan Gunongan Untuk Permaisurinya Putri Phang, menurut sejarah, Putri Phang selalu merasa rindu akan kampung halamannya, Pahang – Malaysia, Sultan kemudian mengetahui bahwa kegusaran permaisurinya itu karena di Pahang Istananya dikelilingi oleh perbukitan dimana permaisuri dapat bermain.  

3. Pinto – Khop

Pinto Khop merupakan pintu penghubung antara Istana dan Taman. Pinto Khop berdekatan dengan “Gunongan dan Taman Putro Phang”, tempat pemandian dan tempat bermain Putri Phang.

4. Kerkhoff (Perkuburan Belanda)

Slide91.jpg
Kerkhoff adalah suatu areal, tempat penguburan serdadu-serdadu Belanda yang tewas selama peperangan dengan Kerajaan Aceh Darussalam. Disini dimakamkan kira-kira 2.200 serdadu termasuk Jenderal Kohler, yang tewas ditembus peluru mujahidin Aceh di depan Mesjid Raya Baiturrahman. Nama-nama dimana mereka tewas tertera jelas dipintu gerbang Kerkhoff. 



5. Benteng Indrapatra

Benteng Indrapatra terletak dekat pantai Ujong Batee, Menurut Riwayat dibangun pada masa Pra Islam di Aceh yaitu dimasa Kerajaan Lamuri. Dibuat dari Beton Kapur, cukup kuat untuk mempertahankan diri dari serangan Portugis dimasa lalu.

6. Iboih Sabang

Slide92.jpgIboih dan Gapang adalah dua tempat yang biasa dituju para wisatawan. Fasilitas untuk menikmati keindahan laut pulau ini tersedia lengkap bagi wisatawan yang tidak membawa peralatan sendiri. Bahkan dulu terdapat warnet berkecepatan tinggi untuk mengakses internet, sayangnya fasilitas ini rusak dihantam tsunami. Menurut penuturan Junet internet digunakan menjadi seperti ensiklopedia untuk mengetahui jenis spesies yang ditemukan di laut saat snorkling atau menyelam, Perjalanan menuju ke Iboh  + 1 jam dengan taksi atau angkutan umum minibus. Di samping itu juga terdapat hutan wisata Iboih dan berdampingan dengan Pulau Rubiah yang meiliki Taman Laut yang kaya terumbu karang.

7. Danau Laut Tawar

Slide8.jpg
Danau ini sangat indah dan terletak dekat kota Takengon, Ibu kota Kabupaten Aceh Tengah. Meskipun luasnya jauh lebih kecil dari Danau Toba di Sumatera Utara namun keindahannya memiliki daya tarik yang sama. Bahkan di sini juga menyimpan berbagai legenda yang dilestarikan secara lisan dikalangan masyarakat setempat. Ikan Depik merupakan salah satu jenis ikan yang tidak ada di berbagai tempat lain diberbagai pelosok. Bahkan mungkin satu-satunya spesies ikan yang ada di dunia dan hidup di Habitat Danau Laut Tawar ini dan muncul hanya pada musim tertentu.   

8. Danau Aneuk Laot
Slide6.jpg
Danau Aneuk Laot berbeda dengan danau Luat Tawar, danau ini berada ditengah-tengah kota Sabang, Danau Aneuk Laut merupakan Panorama yang indah untuk dinikmati dimalam hari selain tempatnya sejuk kita juga bisa menikmati lampu-lampu kota dari atas bukit Kota atas Sabang. Danau ini banyak dikunjungi wisatawan dalam negeri dan luar negeri.   



9. Taman Wisata Alam Laut Pulau Weh Sabang

Slide94.jpg
Di Taman Laut Pulau Weh, Sabang terdapat terumbu karang, baik karang yang keras maupun karang yang lunak dengan berbagai jenis, bentuk dan warna, yang kesemuanya membentuk gugusan karang yang menarik untuk dinikmati, antara lain karang dengan nama daerahnya karang lupas, karang rusa, karang kerupuk. Taman Alam Laut Pulau Weh memiliki potensi wisata alam laut yang cukup beragam seperti berbagai jenis ikan karang yang berwarna-warni dan formasi terumbu karang yang sangat indah dan menarik dan juga terdapat gejala alam seperti gua-gua di bawah laut.
Kegiatan wisata alam yang dapat dilakukan di Taman Laut Pulau Weh adalah kegiatan wisata tirta seperti berselancar, naik sampan, berenang, memancing, serta menyelam untuk menikmati alam bawah air dengan keanekaragaman terumbu karang serta ikan-ikan karangnya yang indah.

Musim kunjungan terbaik: pada bulan Maret s/d Agustus. 
Cara pencapaian: Medan - Banda Aceh ditempuh dengan bus 8 – 10 jam, dilanjutkan ke Pelabuhan Malahayati 20-30 menit, kemudian menggunakan feri ke Pelabuhan Sabang dua jam. Pelabuhan Sabang – lokasi 1-1,5 jam dengan angkutan umum. Medan – Banda Aceh (plane) ± 45 menit. Pelabuhan Belawan Medan – Pelabuhan Malayahati – Pelabuhan Sabang (kapal laut).

10. Taman Wisata Laut Kepulauan BanyakTaman

Taman Wisata Alam (laut) Kepulauan Banyak terdiri dari 99 buah pulau besar dan kecil, diantaranya Pulau Balai, Pulau Tuanku, Pulau Teluk Nibung dan Pulau Bengkaru. Merupakan perwakilan tipe ekosistem terumbu karang penghalang, lamun, mangrove, hutan hujan dataran rendah.

Kawasan yang memiliki potensi keanekaragaman ekosistem terumbu karang yang tinggi terletak pada perairan antara Teluk Nibung dan Pulau Bengkaru, serta perairan sebelah timur bagian selatan Pulau Tuanku dan Pulau Tuanku. Jenis-jenis karang penyusunnya antara lain karang jamur, karang jarum, karang otak, karang daun, karang api, karang biru, karang kipas laut, dan karang lunak seperti akar bahar, serta sponges yang banyak ditemukan pada bagian-bagian lembah terumbu karang.  
Rumput laut umumnya terdiri dari jenis Thallasia sp, Halodule wringhtii, Hallophylla sp, Sargassum sp. Jenis-jenis mollusca antara lain lola (Trochus niloticus), keong kepala kambing (Cassis cornuta), keong terompet (Charonia tritonis), lola putih (Tectus pyramis), beberapa jenis kima (Tridacna sp), batu laga (Turbo marmoratus), Conus sp., Nautilus, tripang hitam, tripang pasir, tripang malam dan tripang susu. Sedangkan mamalia laut yang dapat dijumpai pada musim-musim tertentu antara lain duyung (Dugong dugong), lumba-lumba (Delphinus capensis) dan ikan paus biru (Balaenoptera musculus)

11. Cagar Alam Jantho

Flora : 
Pinus, Mampre, Jambu air, Gleum, Bremen, Sampang, Ara, Damar, Medang, Kayu hitam, Beringin, Meranti, Kandis, Rambutan hutan, Tampu, Ketapang, Medang ara, Lukup, Tampang, Lawang, Semiran, Anang, Jenarai, Kerakau, Rengen, Merbau. 

Fauna : 
Siamang, Owa, Macan dahan, Kucing Hutan, Rusa, Kijang, Kancil, Napu, Gajah, Kambing Hutan, Beruang, Trenggiling, Kukang, Kuao.

Perjalananan: 
Dari Banda Aceh (Ibukota Propinsi - Janthoi (Kabupaten) berjarak 50 Km dari Janthoi ke Kawasan Cagar Alam 9 Km dengan kendaraan darat. Waktu kunjungan terbaik pada bulan Januari s/d Juni (Musim Kemarau) untuk menikmati pemandangan/panorama yang indah.

12. Cagar Alam Serbajadi

Flora 
Semantok, Medang Kuning, Meranti Bunga), Merbau, Meranti Sabut, Keruing Minyak, Damar Laut, Kompas, Tualang, Durian Hutan, Bintangur, Bayur, Jelutung, Kedondong Hutan, Kapur, Rotan Manau, Rotan Sega, Kantung Kera, Cengal, Meranti Putuh, Meranti Merah, Puspa, Kenari, Jelatang, Keladi Hutan, Bunga Bangkai.

Fauna 
Kijang, Siamang, Mawas, Owa, Kedi, Rusa, Kancil, Burung Kaou, Kambing hutan, Landak, Beruang Madu, Kucing Hutan, Kukang, Tringgiling, Rangkong.

Aksesibilitas 
Dari Banda Aceh-Langsa 436 Km, Langsa-Kuala Simpang 34 Km, Kuala Simpang-Pulau Tiga 140 Km, Pulau Tiga-Peunaron ± 3 jam (menyusuri sungai).  Waktu kunjungan terbaik pada bulan Mei s/d September (musim kemarau) untuk menikmati pemandangan/panorama alam indah.

13. Suaka Margasatwa Rawa Singkil

Kawasan ini termasuk ke dalam pengelolaan ekosistem Leuser, dan sedang diupayakan disambungkan oleh koridor di desa Naca dan Ie Jereuneh. 
Suaka Margasatwa Rawa Singkil merupakan ekosistem hutan rawa dan hutan Tropis dataran rendah. Vegetasi didominasi oleh famili Dipterocarpaceae antara lain meranti Kapur dan vegetasi rawa lainnya.

Jenis fauna antara lain Gajah Sumatera, Harimau Sumatera, Mawas, Ular Phyton, Biawak, Rangkong, Kuau, Gagak Hitam, Kuntul, Ayam Hutan.
Potensi lain dari kawasan ini adalah kandungan gambut yang cukup dalam ada yang mencapai 6 meter.

Cara pencapaian menuju lokasi dapat ditempuh melalui dua cara, yaitu :
Melalui Medan Sumatera Utara - Sidikalang Singkil dan lokasi yang dapat ditempuh dengan jalan darat kurang lebih dalam waktu 6 jam Melalui Banda Aceh - Tapak Tuan - Kota Fajar dan lokasi yang ditempuh dengan menggunakan jalan darat kurang lebih 10 jam.

14. Taman Buru Linge Isac

Kawasan ini terletak di Kecamatan Takengon dan Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah Nanggroe Aceh Darussalam. Secara geografis terletak antara 51°4 ’ - 4 06° ’ LU dan 25°69’ -97 51° ’ BT

Keadaan Lapangan 
- Ketinggian : 450 - 2.830 m.dpl 
- Topografi : Bergelombang,  berbukit dan bergunung. 
- Iklim : Tipe B 
- Tanah : Podsolik merah kuning, reuzina, podsolik merah, laterik

F l o r a  
Meranti Merah, Merawan, Bacan, Melur, Bayur, Durian Hutan, Jambu, Tusam .

F a u n a  
Sambar, Babi Hutan, Kijang, Kancil, Harimau Sumatera, Gajah, Badak, Kambing Hutan, Owa, Orang Utan, Kera ekor panjang, Lutung, Siamang, Napu dan Macan dahan. 
Tipe Ekosistem - Hutan Primer 
- Hutan Hujan Tropika Basah 
- Hutan Alam Pinus sp.

15. Taman Hutan Raya Pocut Merah Intan

Kawasan ini terletak di Kecamatan Seulimum, Kabupaten II Aceh Besar dan Kecamatan Padang Tiji, Kabupaten Pidie dengan luas kawasan 6.220 ha.  Secara geografis terletak antara 05º25'15" LU dan 95º45'25" BT.

Flora
Vegetasi penyusunannya antara lain Pinus, Kayu Hitam, Meranti, Temulia, Kemeyan, Tampu, Merawan, Kayu Bunga, Ulin, Kenanga  dan Ara.

Fauna
Jenis satwa terdiri dari Rusa Sambar, Gajah, Harimau Sumatera, Kijang, Kera Ekor panjang, Siamang  dan Trenggiling.
Provinsi Sumatera Barat memiliki berbagai jenis daearah dan tempat wisata, baik wisata alam maupun wisata sejarah, diantaranya yang sangat sering dikunjungi adalah sebagai berikut :
 
1. Danau Singkarak
d_singkarak1.jpg
Merupakan danau yang terbesar di Sumatera Barat dengan panjang 21 km yang terletak di pinggir jalan raya Padang Panjang - Solok.  Disekitar danau terdapat beberapa tempat untuk beristirahat dan bersantai serta  tersedia juga berbagai fasilitas sampan, boat dan hotel.  Tersedia juga fasilitas untuk mengelilingi danau dengan pemandangan yang indah.
 




2. Danau Maninjau
d_maninjau1.jpg
Merupakan danau yang cukup indah dan menarik yang terletak lebih kurang 36 km dari Kota Bukittinggi, dapat ditempuh dengan melewati jalan berkelok-kelok yang dikenal dengan  sebutan kelok 44 (kelok ampek-ampek).  Di danau ini tersedia fasilitas untuk berenang, memancing, sepeda air yang cukup mengasyikan serta terdapat juga hotel dan homestay yang cukup representative.










3. Danau Di Atas dan Di Bawah
d_diatas_dibawah1.jpg
Kedua danau ini dikenal dengan sebutan Danau Kembar.  Kedua danau tersebut terletak di Desa Pasar Simpang, Kecamatan Lembayang Jaya, Kab. Solok, berjarak kurang lebih 47 km dari Kota Solok dan 56 km dari Kota Padang.  Keunikan dari danau kembar tersebut adalah untuk menuju Danau Di atas, kita harus melalui jalan yang menurun sedangkan untuk menuju Danau Dibawah, kita harus melalui jalan yang mendaki.  Di sekitar danau ditanam buah markisa dengan rasa yang manis, sayur-sayuran, dan kentang.


4. Jam Gadang
jam_gadang1.jpg
Jam Gadang merupakan bangunan menara yang tinggi menjulang dengan megahnya, beratapkan khas Minangkabau, terletak di tengah kota Bukittinggi.  Jam Gadang menjadi landmark dan lambang kota Bukittinggi, dibangun di atas bukit yang bernama Bukit Kandang Kerbau pada jaman Pemerintahan Belanda tahun 1827 oleh Contraleur (Sekretaris Kota) Rook Maker.
Dari puncak menara kita dapat menikmati dan menyaksikan betapa indahnya alam di sekitar kota Bukittinggi yang dihiasi Gunung  Merapi, Gunung Singgalang, Gunung Sago dan Ngarai Sianok.  Selain itu, Jam Gadang juga berguna sebagai penuntun bagi masyarakat sekitar untuk mengetahui waktu.  Hal yang unik pada Jam Gadang adalah angka 4 yang tertulis IIII.
 




5. Benteng De Kock
Benteng ini dibangun di pincak di dalam kota Bukittinggi tahun 1825 pada waktu terjadi perlawanan rakyat yang dipimpin oleh Tuanku Imam Bonjol dan Harimau Nan Salapan terhadap  Belanda. Disekitar Benteng ini masih dapat kita lihat meriam kuno periode abad XIX Masehi. Tempat yang luas ini telah dihiasi dengan taman sebagai tempat ketinggian menyaksikan, Ngarai Sianok dan perbukitan sekitarnya terdapat meriam kuno dan bangunan benteng. Ini merupakan tempat terbaik di Bukittinggi menyaksikan Sunset.

6. Gedung Tri Arga / Istana Bung Hatta
Gedung yang terletak di kota Bukittinggi ini masa dahulu merupakan pusat pemerintahan darurat Republik Indonesia tahun 1947. Hal ini disebabkan oleh agresi Belanda yang ingin memecah belah bangsa kita. Untuk mengenang jasa Proklamator Bung Hatta, gedung Tri Arga diganti nama dengan Istana Bung Hatta.

7. Terowongan (Gua) Jepang
Terowongan ini panjangnya lebih 1.400 meter berkelok-kelok dibuat oleh tentara Jepang pada periode 1942, terletak di tengah taman panorama di Ngarai Sianok di bawah kota Bukittinggi, dengan lebar lebih 2 meter. Di dalam gua terdapat berbagai keperluan ruangan untuk kantor, rumah sakit, makanan dan persenjataan. Pintu masuk gua terdapat dibeberapa tempat, seperti di Ngarai Sianok, di Panorama, di samping Istana Bung Hatta dan di Kebun Binatang Bukittinggi. Rakyat setempat menamakan ini adalah Lobang Jepang.

8. Ngarai Sianok
ngarai_sianok1.jpg
Ngarai Sianok terletak di Pusat kota Bukittinggi, membujur dari Selatan Nagari Koto Gadang terus ke Utara, Nagari Sianok Enam Suku dan berakhir di Palupuh dengan panjang 15 km, kedalaman 100 meter dan lebar 200 meter. Ngarai Sianok atau Lembah Pendiam ini merupakan suatu lembah yang indah, hijau dan subur, didasarnya mengalir sebuah anak sungai yang berliku-liku menelusuri celah-celah tebing yang berwarna-warni dengan latar belakang gunung Merapi dan Singgalang yang menghijau merupakan alam yang mempesona. Keunikan Ngarai ini mudah dicapai, sebuah Ngarai di pusat kota yang tidak ditemui di kota-kota lainnya di dunia. Keindahan alam Ngarai Sianok yang mempesona itu selalu diabadikan oleh wisatawan dengan mengambil foto-foto serta sebagai imajinasi bagi para pelukis. Perjalanan menjelajah dengan melalui jalan setapak di lembah Ngarai merupakan rekreasi yang menarik, bila perjalanan terus keseberang Ngarai dalam waktu 45 menit anda akan sampai di Nagari Koto Gadang sebagai Nagari asal beberapa orang pemimpin bangsa Indonesia antara lain : H.Agus Salim dan Emil Salim.

9. Lembah Anai
lembah_anai1.jpg
Lingkungan Lembah Anai sangat mengagumkan. Hutan tropis yang lebat yang mengesankan dan merupakan hutan lindung. Didasarnya mengalir Sungai Batang Anai dengan airnya yang bening dan kelihatan sebuah air terjun setinggi 40 meter dekat sekali dengan jalan raya.








10. Anai Resort Golf Course
Anai Resort terletak 550 m di atas permukaan laut. Merupakan Golf Course terbaik di Sumatera Barat yang berstatus Internasional dengan 18 hole, dirancang oleh Designer Lapangan Golf International Thomas dan Perret. Berbagai fasilitas terdapat di lokasi bungalow seperti kolam renang alami dan restoran.

11. Embun Pagi
Sebelum mencapai Danau Maninjau kita akan berhenti sejenak di Embun Pagi di desa Padang Gelanggang 24 km dari Bukittinggi untuk menikmati udara yang sejuk dan nyaman sambil memandang keindahan Danau Maninjau dengan airnya yang membiru serta dikelilingi oleh bukit-bukit yang menghijau.

12. Ngalau Indah
Dua km sebelum memasuki kota Payakumbuh dari arah Bukitinggi kita akan sampai ke sebuah gua alam dengan stalagnit dan stalagmit pada langit-langit gua yang cukup menarik. Di dalam gua ini kita akan mendengar suara kelelawar yang berterbangan di sekitar kita dan merasakannya tanpa dapat melihatnya. Di luar gua ini kita akan menikmati taman dengan pohon-pohon yang rindang menambah kesejukan dan keindahan alam.

13. Istana Pagaruyung

istana_pagaruyung1.jpg
Istana ini dibangun oleh keluarga kerajaan Pagaruyung di Batusangkar yang mempunyai ciri khas Minangkabau. Di dalam istana terdapat barang-barang peninggalan kerajaan yang masih terpelihara dengan baik. Di sekitar istana ini kita dapat menikmati keindahan alam dengan udara yang sejuk. Terletak di Kecamatan Tanjung Emas Kabupaten Tanah Datar.
 Pagaruyung adalah lokasi kediaman Raja Minangkabau sebagai pusat pemerintahan. Sekarang rumah gadang yang ada disana merupakan replika dari Istana yang aslinya dengan lukisan di dinding luar dan atap yang menjulang berbentuk tanduk kerbau.

14. Lembah Harau

lembah_harau1.jpg
Merupakan cagar alam dengan bukit kapur yang curam dengan ketinggian 100 sampai 150 m yang terletak 14 km dari Payakumbuh. Disini juga ditemui lima buah air terjun yang selalu mencurahkan airnya yang jernih. Di tempat ini juga tersedia fasilitas untuk berkemah bagi wisata remaja dan kegiatan mengelilingi cagar alam melalui jalan setapak. Direncanakan cagar alam ini akan menjadi taman margasatwa yang pertama di luar Pulau Jawa.












15. Pandai Sikek
pandai_sikek1.jpg
Pandai  Sikek  dikenal  sebagai  daerah  pusat  kerajinan ukiran dan tenunan Kain  Songket.  Pandai  Sikek   terletak  di  kaki Gunung Singgalang lebih kurang 10 km sebelum memasuki kota Bukittinggi dengan pemandangan yang indah. Disini kita juga dapat melihat kehidupan masyarakat yang bertani secara tradisional. Desa ini memiliki 1000 buah alat tenun. Lukisan kayu dan perabot rumah tangga juga dibuat disini.
 





 16. Pulau Sikuai
pulau_sikuai1.jpg
Pulau Sikuai, salah satu pulau yang terletak di sisi barat Pulau Sumatera hanya terletak sekitar setengah mil laut dari kota Padang dan dapat dicapai menggunakan kapal angkutan khusus dengan waktu tempuh 35 menit  berangkat dari dermaga airud Bungus. Pengunjung pulau dapat menginap di hotel resort yang dilengkapi fasilitas hotel berbintang dua. Resort ini menyediakan 21 buah cottage dengan kapasitas sekitar 45 kamar. Selain menikmati keindahan pantai dan wisata bahari, trekking mengitari pulau atau menjelajahi hutan alam sampai panjat tebing juga dapat dilakukan oleh pengunjung yang senang petualangan alam.


17. Kawasan Bukit Langkisau
bukit_langkisau1.jpg
Bukit Langkisau memiliki ketinggian 1.000 kaki yang terletak antara Desa Salido dan Kota Painan-Pesisir Selatan. Selain dapat menikmati pemandangan yang memukau ke laut lepas, kawasan bukit langkisau juga dimanfaatkan sebagai sarana olahraga terbang layang dengan lokasi pendaratan di pantai Carocok atau pantai Salido.
 





18. Pulau Cubadak
p_cubadak2.jpg
Pulau Cubadak adalah salah satu pulau di kawasan Mandeh – Pesisir Selatan yang telah dikelola menjadi objek wisata berskala internasional oleh investor dari Italia. Resor ini memiliki 13 bungalows dan satu suite dengan arsitektur alam yang didukung oleh beberapa sarana penunjang untuk kegiatan diving, fishing, dan snorkeling. Resor ini dilengkapi pula dengan motor boat, dermaga dan beberapa fasilitas bahari lainnya.
 





19. Jembatan Akar Pesisir Selatan
jembatan_akar1.jpg

Terletak sekitar 30 menit dari Painan, Jembatan Akar merupakan salah satu objek wisata paling unik di Sumatera Barat. Jembatan hidup yang melintasi sungai Bayang ini terbuat dari akar dua bohon beringin yang saling bertautan. Berbeda dengan jembatan pada umumnya yang semakin lama semakin lemah, jembatan akar dengan bertambah usianya pohon beringin semakin bertambah kuat. Konon jembatan ini di desain oleh seorang ulama bernama Pakih Sokan pada awal 1900 an.
 











20. Selancar dan Wisata Pantai di Mentawai
mentawai3.jpg

Kabupaten Kepulauan Mentawai dengan ibu kota Tua Pejat - Sipora berada lebih kurang 135 km dari Kota Padang dapat dicapai melalui laut dengan memakan waktu antara 6-10 jam. Selain memilki pantai yang indah dengan hamparan pasir putihnya, aktivitas wisata atraksi atau bahari yang terkenal adalah kegiatan selancar (surfing) yang dapat dilakukan disekitar pulau Siberut dan Sipora. Akomodasi bagi pengunjung terdapat di beberapa kota kabupaten dan kecamatan.
 







21. Desa Pariangan di Tanah Datar
desa_pariangan1.jpg
Adalah desa tertua di Minangkabau, dimana berasalnya nenek moyang orang Minangkabau, terletak dilereng Gunung Merapi ditepi jalan raya Padang Panjang - Batusangkar. Di desa ini dapat dilihat keaslian bentuk desa adat yang mencerminkan kehidupan sosial Minangkabau seperti Balairung, mesjid, Rumah adat, Lumbung padi yang merupakan unsur pokok dari suatu kelompok sosial orang Minangkabau. Terdapat pemandian air panas, dan beberapa peninggalan sejarah seoperti batu basurek, kuburan panjang yang menurut ceritanya adalah kuburan Dt. Tantejo Gurhano arsitek Rumah Adat Minangkabau.




22. Rumah Peristirahatan Balai Campago
balai_campago1.jpg
Balai Campago terletak di suatu bukit yang sangat indah dengan udara yang sejuk serta kehidupan bermasyarakat yang aman dan tentram, tepatnya di Desa Campago Cuguak Bulek, Mandiangin Koto Salayan Kota Bukittinggi, 4 km dari pusat kota Bukittinggi. Untuk menuju lokasi dapat ditempuh dengan angkutan darat dalam waktu  10 menit dari pusat kota Bukittinggi dan 1 jam 45 menit dari Padang. Balai Campago berdiri di atas tanah seluas 8.038 m2 dengan luas bangunan 3.054 m2 terdiri dari 2 buah bangunan VIP, 1 buah bangunan utama terdiri dari 3 kamar Superior dan 17 kamar standar yang semuanya dilengkapi dengan perabot. Fasilitas yang ada di Balai Campago adalah ruang serbaguna dengan kapasitas 40 orang, lapangan tenis, lobby, lounge teras, jogging track, coffe shop outdoor, deck pandang, menara, musholla dan tempat parkir yang memadai. Fasilitas tersebut dalam waktu dekat akan ditambah dengan kolam renang dan taman bermain. Dari Balai Campago dapat terlihat seluruh keindahan kota Bukittingi, seperti 2 buah pegunungan yang berderet melingkari kota Bukittinggi dan rumah-rumah adat yang terhampar di bawah Bukit Campago.

Di wilayah Provinsi Bengkulu terdapat berbagai objek wisata yang terdiri objek wisata alam, sejarah dan budaya. Berikut ini beberapa objek wisata yang terdapat di wilayah Provinsi Bengkulu.
1. Museum Bengkulu
Di museum ini terdapat mesin cetak Drukkey Populair merek “Golden Press” buatan USA tahun 1930 yang pernah digunakan sebagai mesin pencetak “uang merah”, sejenis Oeang Republik Indonesia (ORI) yang berfungsi sebagai alat tukar yang sah untuk wilayah keresidenan Bengkulu.
2. Air Panas Suban
 
Objek wisata ini merupakan wisata alam terletak di kota Curup ibukota Kabupaten Rejang Lebong. Di lokasi ini terdapat pemandian air panas oleh Pemerintah Daerah setempat dan terdapat air terjun dengan ketinggian 75 meter berhawa sejuk dengan panorama alam yang indah. Di Air Panas Suban terdapat “Batu Menangis” yang menurut legenda merupakan inkarnasi dari seorang putri yang ditinggal oleh kekasihnya. Lokasi berada sekitar 90 km ke arah Timur Laut dari Bengkulu atau sekitar 2 jam perjalanan.

3. Pantai Panjang Gading Cempaka
 
Pantai ini membentang sepanjang 7 km dengan pasirnya yang bersih. Disepanjang pantai terdapat banyak pohon cemara dan beberapa rumah makan, side cottage dan kolam renang. Letak pantai sekitar 3 km dari pusat kota.
 
4. Bunga Rafflesia Arnoldi
 
Bunga ini pertama kali ditemukan di Bengkulu pada masa pendudukan Inggris oleh Sir Thomas Stanford Raffles dan Dr. Arnold di dusun Lubuk Tapi, Kabupaten Bengkulu Selatan pada tahun 1818. Diamater bunga mencapai 100 cm sehingga merupakan jenis bunga terbesar di dunia. Masa kuncup bunga ini berkisar antara 6 sampai 8 bulan, sedangkan masa berkembangnya dengan mekar segar kurang lebih 15 hari. Keunikan bunga ini selain besar dan warnanya yang menarik adalah tidak berakar, tidak berdaun dan tidak berbatang.
Lokasi bunga ini tersebar di seluruh daerah Bengkulu di lereng bukit Barisan, tetapi yang sudah dikonservasikan oleh Direktorat perlindungan Alam Bengkulu, yaitu di :
  • Lokasi Pagar Gunung I, II, III di daerah Kepahiang, Kab. Rejang Lebong (sekitar 55 km dari Bengkulu)
  • Hutan Lindung Taba Penanjung I dan II, Kabupaten Bengkulu Utara (sekitar 30 km dari Bengkulu)
  • Desa Lubuk Tapi, 15 km dari kota Manna Kab. Bengkulu Selatan.
5. Bukit Kaba
 
Lokasi bukit Kaba terletak sekitar 19 km dari kota Curup dengan ketinggian 1.937 meter dari permukaan laut. Di kawasan ini terdapat 2 buah kawah belerang yang cukup besar dengan 12 kepundannya yang masih aktif. Kawasan ini telah banyak dikunjungi oleh wisatawan nusantara untuk menyaksikan kawah belerang Bukit Kaba yang menakjubkan.
 
6. Benteng Marlborough
 
Benteng Marlborough merupakan benteng peninggalan Inggris, didirikan oleh East Indian Company pada tahun 1713-1719 dibawah pimpinan Gubernur Joseph Callet merupakan benteng terkuat Inggris di daerah Timur setelah Benteng George di Madras. Benteng ini didirikan di atas bukit buatan, menghadap arah kota Bengkulu dan memunggungi Samudera Hindia. Bila berdiri di salah satu sisi benteng, kita akan dapat menyaksikan panorama Pantai Padri yang indah dikala matahari terbenam. Tidak jauh dari lokasi benteng terdapat monumen Thomas Parr yang dibangun pemerintah Inggris untuk mengenang residen Thomas Parr yang meninggal di Bengkulu.

7. Museum Rumah Kediaman Bung Karno
 
Bung Karno, proklamator kemerdekaan dan presiden pertama Republik Indonesia, sebelum kemerdekaan pernah diasingkan di Bengkulu. Rumah kediaman selama dalam pengasingan terletak di Jalan Soekarno Hatta dan barang-barang peninggalan beliau tersimpan di dalamnya. Saat ini rumah tersebut telah dijadikan museum oleh pihak Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

8. Masjid Jamik
 
Masjid Jamik yang berbentuk unik terletak di pusat kota Bengkulu merupakan karya Bung Karno sewaktu diasingkan di Bengkulu.
  
9. Makam Sentot Alibasha
 
Sentot Alibasha, panglima pada masa perjuangan Pangeran Diponegoro pernah ​diasingkan di Bengkulu sampai akhir hayatnya oleh pemerintah Hindia Belanda dan dimakamkan di Kota Bengkulu.

10. Perayaan Massal Tabot
 
Upacara ini dilaksanakan sekali setahun di Kota Bengkulu dari tanggal 1 s/d 10 Muharam. Selama 10 hari tersebut dilaksanakan berbagai upacara dan tari-tarian adat yang bersifat tradisional dan berakar dari kehidupan agama. Pelaksanaan perayaan ini cukup meriah sehingga merupakan salah satu hiburan yang menarik di Provinsi Bengkulu dan sekitarnya.
  
11. Suaka Margasatwa dan Taman Perburuan
- Bukit Gedang Seblat
Kawasan seluas 48.750 Km2 merupakan bagian dari Taman Nasional Seblat yang telah ditetapkan Pemerintah yang terletak di Kabupaten Bengkulu Utara sekitar 110 Km dari kota Bengkulu.
Satwa yang banyak terdapat dan dilindungi oleh undang-undang meliputi gajah, harimau, rusa, menjangan, buaya, kera dan berbagai jenis burung serta binatang melata lainnya.
- Gunung Nunua
Terletak di Pulau Enggano, kawasan seluas 10.000 ha yang diarahkan sebagai Taman Perburuan (babi dan kerbau liar).
- Semindang Bukit Kabu
Terletak di Kabupaten Bengkulu Utara, merupakan taman seluas 15.300 ha untuk berburu binatang babi, rusa, menjangan dan kera.
12. Sentra Makanan dan Souvenir Khas Bengkulu
Berlokasi di jalan Soekarno-Hatta (Anggut Atas). Sepanjang jalan ini dapat ditemui toko-toko yang menjajakan makanan dan souvenir khas Bengkulu seperti lempok durian, kue perut punai, emping dan lainnya.
13. Simpang Lima - Soeprapto
Merupakan kawasan pertokoan yang terbentang di sepanjang Jalan Soeprapto. Kawasan ini terdapat toko-toko yang menjual kebutuhan sehari-hari, dari makanan sampai pakaian.
Copyright © 2012 Raun-raun Medan