Tampilkan postingan dengan label Toba news. Tampilkan semua postingan
Jumat, 14 Februari 2014 | 11:01:39


SIB/G1 / Serahkan Majalah Geologi : Sekretaris Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Dr Ir Yunus Kusumahbrata MSc (kanan) menyerahkan Majalah Geologi populer kepada anggota DPRD Sumut Rooslynda Marpaung yang juga caleg DPR RI Partai Demokrat dari Dapil II Sumut (no 2 dari kiri), disaksikan Wakil Pemimpin Umum/Ketua Dewan Redaksi "SIB" GM Chandra Panggabean (kiri) dan Hinca Panjaitan, Caleg DPR RI Partai Demokrat dari Dapil III Sumut

Jakarta (SIB) - Pemerintah pusat, melalui Badan Geologi  Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral  (ESDM)  sedang mempersiapkan daerah Toba (kawasan Danau Toba), Provinsi Sumut  sebagai Geopark dunia (Taman Bumi Dunia).

Jika hal itu terwujud, maka kawasan Danau Toba yang  indah pemandangannya itu  akan menjadi Taman Bumi Dunia, mengikuti China yang kini sebagai negara Geopark terkenal di dunia.

"Saat ini sedang kita persiapkan, kawasan Toba sebagai geopark  dunia, dan diharapkan bisa terealisasi pada tahun 2015 ," kata Sekretaris Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral ( ESDM) Dr Ir Y Yunus Kusumahbrata MSc  ketika menerima Rooslynda Marpaung , anggota DPRD Sumut yang juga Caleg DPR RI Partai Demokrat dari Dapil II Sumut,  Rabu (12/2/2014) di kantornya Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan.

Rooslynda Marpaung didampingi Wakil Pemimpin Umum/ Ketua Dewan Redaksi "SIB" GM Chandra Panggabean, dan Hinca Panjaitan, yang juga Caleg DPR RI Partai Demokrat dari Dapil III Sumut.

Rooslynda, yang sejak beberapa bulan terakhir berkeliling dan berdialog dengan masyarakat di kawasan Danau Toba menyampaikan harapan dan keinginan  masyarakat tentang pentingnya upaya dan terobosan pengelolaan berbagai  potensi yang dimiliki  daerah Sumut umumnya dan kawasan Danau Toba khususnya  sehingga lebih bermanfaat bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

"Keinginan dan kerinduan masyarakat itulah yang kita sampaikan kepada pemerintah, melalui Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)," kata Rooslynda sambil menambahkan, misi mereka adalah memberi semangat dan motivasi  kepada pemerintah sehingga arif dan bijaksana untuk merespon aspirasi masyarakat.

Chandra Panggabean mengemukakan, sesungguhnya program pemerintah ini, sudah sangat ditunggu-tunggu oleh masyarakat Sumut, khususnya kawasan Danau Toba, yang mencakup 7 kabupaten, yakni Kab Simalungun, Karo,  Dairi, Humbahas, Taput, Tobasa dan Kab Samosir.

Hinca Panjaitan menyatakan, geopark mencakup tiga bagian yang satu sama lain saling berkaitan. Pertama, menyangkut geologinya, yakni batu-batuan khusus yang belum tentu dimiliki daerah lain.

Kedua, biologinya, yakni tumbuh-tumbuhan atau daun-daunan yang bisa disebut sebagai herbal di negara maju. Ketiga, menyangkut budaya dan adat  istiadatnya yang khas, yang menjadi warisan nenek moyang atau leluhur masyarakat.

"Ketiga hal, yang merupakan prasyarat sebagai geopark  ini memang dimiliki daerah di kawasan Danau Toba, " ujar Hinca Panjaitan.

Banyak DitulisYunus Kusumahbrata mengakui  tentang kawasan Danau Toba telah banyak ditulis dalam literatur. Bahkan,  beberapa professor dan doktor di Arizona, baik  di Amerika Serikat maupun Eropa dan  Francis sangat kenal dengan Danau Toba.

Fenomena alam yang memberikan suatu kepingan sejarah, mengenai kejadian di  bumi sekitar 74.000 tahun lalu  sangat spektakuler.

Bukti-buktinya dapat dilihat  sekarang, betapa dahsyatnya asal muasal terjadinya  Danau Toba.

Badan Geologi, kata Yunus memiliki tugas  melakukan optimalisasi resoursis yang sifatnya warisan alam bumi.

 Dewasa ini, hal ini  memang merupakan salah satu potensi yang bisa  dijual dalam rangka mendorong  kegiatan keparawisataan, khususnya di hilir.

Sedangkan di hulunya, bukti-bukti yang ada  perlu diangkat ke permukaan sehingga lebih dikenal masyarakat, sampai ke seantero dunia.

"Intinya, item demi item diperkenalkan secara runut dan transparan, sehingga terlihat sebuah  proses yang bisa diapresiasi," ujar Yunus sambil menambahkan,  tiga komponen alam  yang dimiliki bisa dijadikan  sebagai modal untuk mengembangkan daerah kawasan Danau Toba sehingga bisa dinamai geopark  atau  taman bumi.

Mengapa  dinamai geopark, bukan culturpark atau ekopark,  kata   Yunus,  salah satu alasannya  adalah untuk mengikuti program Unesco. Sebab, sejak 10 tahun lalu, Unesco mengembangkan program yang namanya  geopark.

Menurutnya,  geopark  ada 860 situs  di seluruh dunia  dan Indonesia sudah memiliki Subak (Bali ), Borobudur (Yogyakarta). Selain itu  ada yang sifatnya alam murni seperti Ujung Kulon dan beberapa yang lainnya,  walau  terkesan kurang besar manfaatnya bagi masyarakat.

Dalam geopark ada satu kelebihannya, di samping menggabungkan tiga unsur (kaldera, herbal dan budaya), ada satu kewajiban bahwa program itu bisa mengangkat drajat kesejahteraan  sosial ekonomi masyarakat. Hal ini jelas tertera dalam program  Unesco.

Yunus membenarkan, sejak 10 tahun lalu, China sangat agresif  dan saat ini sudah mempunyai 128 geopark nasional dan dari jumlah itu sudah berhasil mengusung 30 menjadi geo global.

Dengan instrumen ini, China berhasil mendongkrak hasil dari pariwisata, sekitar Rp 450 trilyun per tahun. Sedangkan Indonesia yang sudah terjun sejak tahun 2008 berhasil mengusung 2 geopark menjadi global geo yakni daerah Batur dan Gunung Sewu. Yang lainnya, masih ada yang geopark lokal dan geopark nasional. Sementara  Danau Toba, termasuk geopark nasional.

Menurut Yunus, salah satu kesulitan mengangkat Danau Toba menjadi geopark dunia adalah karena berada di kawasan 7 kabupaten, sehingga koordinasinya tidak mudah. Sedangkan Batur, Malang, hanya satu kabupaten.

Terkait dengan itu, dibutuhkan koordinasi yang intensif, baik antar ketujuh kabupaten, maupun ke tingkat provinsi. Sebab, sesuai dengan Undang-Undang Otonomi Daerah, para bupati memiliki otoritas tersendiri, untuk mengatur daerah dalam skala tertentu.

Selain itu, perlu sosialisasi secara luas, sehingga cepat ditangkap oleh  seluruh  masyarakat dan para pejabat instansi terkait. Harian Sinar Indonesia Baru ( SIB) juga diharapkan berperan untuk menyebar luaskan hal ini, sehingga masyarakat banyak mengetahuinya.

Tujuan utama geopark , selain konservasi, edukasi dan keparawisataan juga  melestarikan budaya sebagai kearifan lokal  sehingga tumbuh ekonomi masyarakat yang berbasis ekonomi kreatif,  yang ujung-ujungnya punya dampak meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Ditargetkan, pada tahun 2015,  kawasan Danau Toba akan menjadi geopark  dunia (geo global). Kini sedang disusun dan dihimpun beberapa persyaratan, dan setelah rampung  dan lengkap akan segera diajukan ke Unesco.

 Biasanya, pihak Unesco akan datang langsung ke tengah-tengah masyarakat untuk melakukan survey dan  cross chek. Bagaimana hasilnya, tergantung penilaian Unesco sendiri  karena tim pencari fakta  dan penilai tidak bisa di intervensi dengan cara apapun.

Diharapkan pula agar para Bupati, di tujuh  Kabupaten yang berada dikawasan Danau Toba mempersiapkan segala sesuatu menyambut program geopark ini, seperti infrastruktur, sikap mental masyarakat dan lain sebagainya.

Yunus mengemukakan, saat ini merupakan momen yang tepat untuk mewujudkan program geopark, demi kepentingan keparawisataan khususnya dan kesejahteraan masyarakat pada umumnya.

Daerah Tapanuli memang cukup kaya dengan berbagai objek wisata.

toba,sumatra utaraDanau Toba. (Thinkstock)
PT Angkasa Pura II mengalokasikan dana sebesar Rp200 miliar untuk pengembangan Bandar Udara (Bandara) Silangit di Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara. Nantinya Silangit akan dijadikan sebagai bandara wisata di Provinsi Sumatera Utara.
"Jasa pengelolaan Bandara Silangit yang ditangani PT Angkasa Pura II patut disyukuri sebagai berkah bagi daerah Tapanuli Utara," kata Bupati Tapanuli Utara, Torang Lumbantobing di Silangit, Kamis (16/1).
Menurut Lumbantobing, visi PT Angkasa Pura II menjadikan Silangit sebagai bandara wisata di Provinsi Sumatera Utara, bukan retorika semata, karena daerah Tapanuli memang cukup kaya dengan berbagai objek wisata.
Salah satu objek wisata yang cukup menarik di kawasan Tapanuli, yakni Danau Toba yang terkenal sebagai danau vulkanik terbesar di Asia Tenggara.
Sayangnya, kata orang nomor satu di Pemkab Tapanuli Utara itu, potensi keindahan Danau Toba kurang terpromosi secara optimal, karena faktor jarak yang relatif jauh, berkisar 250 kilometer dari Medan, Ibu Kota Provinsi Sumatera Utara.
"Saya sudah keliling luar negeri dan Danau Toba merupakan danau yang terindah, namun kurang terpromosi secara optimal," ungkapnya.
Menurut Lumbantobing, dengan diresmikannya Bandara Silangit pada 2012 lalu, jelas memudahkan para wisatawan mengunjungi objek wisata warisan leluhur nenek moyang etnis Tapanuli di daerah tersebut.
Sementara itu, Direktur Keuangan PT Angkasa Pura II, Laurensius Manurung menyebutkan, pihaknya juga akan menjadikan terminal lama Bandara Silangit menjadi terminal kargo untuk mengangkut hasil komoditi masyarakat Tapanuli yang berkualitas ekspor.
"Selain sebagai bandara untuk tujuan obyek wisata, salah satu tujuan dari adanya bandara, yakni membuka hubungan konektivitas antar daerah secara cepat," kata Laurensius.

Sumber: nationalgeographic.co.id
Danau Toba
Danau Toba

SUMUTPOS.CO- Danau Toba sebagai danau terbesar di Indonesia yang terletak di Sumatera Utara –sekitar 176 km ke barat dari Medan–, adalah danau hasil volcano tektonik terbesar di dunia. Panjang danau 87 km dari baratdaya ke tenggara dan lebar 27 km, dengan ketinggian 904 meter di atas permukaan laut dan kedalaman maksimal 505 meter.
”Geologi Danau Toba menjadi topik yang menarik untuk dipelajari. Secara geologi, pembentukan danau ini merupakan hasil suatu aktivitas volkanik besar sepanjang zaman Kuarter atau dua setengah juta tahun yang lalu. Sejarah geologi Danau Toba diterangkan sebagai)produk satu ledakan dahsyat atau produk gabungan dari berbagai peristiwa erupsi gunungapi. Ini sangat menarik dijual sebagai geowisata,” kata Presiden Ikatan Ahli Geologi Indonesia, Rovicky Dwi Putrohari, kepada SUMUTPOS.CO di sela-sela Pertemuan Ilmiah Tahunan Himpunan Ahli Geofisika Indonesia (HAGI) ke-39 dan Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) ke-42  yang diselenggarakan di Medan, 29 Oktober 2013. Pertemuan akan berlangsung selama 3 hari.
Keunikan geofisik dan Danau Toba adalah landsekap yang terbentuk dari erupsi super kuat, sehingga membentuk kaldera Danau Toba tersebut. Keunikan inilah yang menjadi dasar minat seseorang mengunjungi dan berpetualang di kawasan Danau Toba.
”Danau ini menjadi salah satu aset pariwisata yang penting bagi Indonesia. Keindahan alam Danau Toba telah tersebar ke seluruh penjuru dunia. Selain danau yang biru, culture Batak yang mempesona juga menarik wisatawan dari seluruh dunia, dan lingkungan biota (flora dan fauna) yang menarik. Ditambah lagi, kawasan Toba terbuka untuk riset ilmu pengetahuan. Inilah yang menjadi alasan mengapa kawasan Toba dipilih menjadi geopark. Nah, para ahli geologi dan geofisika akan mengajari Dinas Pariwsata di Sumut untuk menjual geowisata ini,” kata Rovicky.
Konsepnya, masyarakat setempat menjual paket geowisata kecil-kecilan, yang ada akhirnya akan mendukung kawasan Toba sebagai Geopark Dunia.
Tahun 1949 lalu, Van-Bemmelen pernah mengatakan, kawasan Danau Toba dikelilingi oleh kelompok batuan hasil letusan gunungapi, dan danau tersebut merupakan suatu bekas caldera volkanik yang sangat besar. Letusan abu vulkanik yang menyebabkan terbentuknya kaldera Toba, tersebar hingga wilayah Malaysia dan India, hingga jarak 3.000 km. Hal tersebut, dibuktikan dengan dijumpai abu riolit yang sama di sekitar Danau Toba dengan yang ditemukan di wilayah Malaysia dan India, bahkan di dasar lautan India Timur dan perairan Teluk Bengal.
Kaldera yang berukuran (30 hingga 100 km) dan mempunyai relief dengan ketinggian hingga mencapai 1.700 m. Kaldera ini dibentuk dalam beberapa periode letusan. Letusan besar terjadi 840.000, sekitar 700.000, dan 75.000 tahun yang lalu. Letusan 75.000 tahun yang lalu memproduksi endapan Toba Muda dengan kandungan tuf (abu vulkanik berukuran sangat halus) yang tinggi.
Letusan Toba, yang diperkirakan terjadi 73.000 ± 4000 tahun yang lalu, menjadi letusan terakhir dan terbaru sebagai “supervolcano”. Bill Rose dan Craig Chesner dari Michigan Technological University menyimpulkan bahwa total jumlah material dari letusan adalah sekitar 2800 km3; dengan 800km3 ignimbrite yang mengalir di dataran dan di 2.000km3 itu jatuh sebagai abu yang diterbangkan oleh angin yang bertiup ke arah barat.
Letusan yang sangat besar itu mungkin bertahan hampir dua minggu. Hanya sedikit binatang dan tumbuhan di Indonesia yang selamat, dan mungkin letusan menyebabkan suatu bagian yang luas dari kehidupan planet mati satu per satu.
Suatu area besar yang anjlok setelah letusan akibat dimuntahkannya material letusan (material vulkanik) dalam volumen yang sangat besar dan kuat, kemudia membentuk suatu kaldera, yang terisi dengan air yang membentuk Danau Toba. Kemudian, dasar dari kaldera terangkat membentuk Samosir, suatu pulau besar di dalam danau. Toba merupakan caldera yang terbesar yang terbentuk di atas permukaan bumi ini (Yokohama dan Hehanusa, 1981).

sumber http://sumutpos.co/

PANGURURAN – Lokasi Geopark (taman bumi) Danau Toba yang akan dikelola menjadi objek wisata andalan di Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, dipusatkan di Desa Sigulatti, Kecamatan Sianjur Mulamula.

“Lokasi taman bumi yang akan dijadikan sebagai ikon pariwisata Samosir itu telah diteliti oleh sejumlah ahli geologi, dan akan menjadi unggulan daerah tujuan wisata minat khusus yakni perpaduan potensi alam dan kekayaan budaya,” kata Bupati Samosir, Mangindar Simbolon di Pangururan, hari ini.

Dikatakan, potensi etalase Danau Toba sebagai danau vulkanik terluas di Asia Tenggara itu akan menjadi objek yang menarik, karena keindahan alamnya dilengkapi kekayaan adat budaya serta dianggap sebagai asal leluhur suku Batak.

Disebut sebagai Geopark Toba, kata dia, bukan karena suku Batak Toba atau ada Danau Toba, tetapi karena kekayaan dan potensi geologi di kawasan danau yang terletak di bagian tengah Provinsi Sumatera Utara itu meliputi tujuh Kabupaten.

Menurut Mangindar, terdapat 42 geosite untuk Geopark Toba, yang dibagi dalam empat geo area, yakni, Kaldera Haranggaol, Porsea, Kaldera Sibandang dan Geo Area Pulau Samosir dan gabungan dari Geo Area itu disebut sebagai Geopark.

“Untuk Kabupaten Samosir, akan dibangun sebanyak delapan panel (papan petunjuk) untuk delapan geosite,” ujarnya.

Lokasi Geopark tersebut, lanjutnya, akan dikelola menjadi objek wisata dengan tiga aspek pengelolaan meliputi konservasi, edukasi (pendidikan, riset ilmu geologi, biologi dan budaya secara luas) serta aspek pengembangan nilai ekonomi lokal melalui kegiatan pariwisata yang berkelanjutan.



Ia mengatakan, untuk mewujudkan visi Samosir menjadi kabupaten pariwisata, Mangindar mengajak generasi muda di daerah itu untuk mendukung dan membantu pemerintah dalam mengelola lingkungan secara baik.

“Dengan mencintai lingkungan, berarti mencintai air, tanah dan yang segala yang terkandung di dalam,” ujarnya.

Pemkab Samosir sebelumnya telah melaksanakan sosialisasi rasa cinta tanah air dan bangsa di aula Balai Latihan Kerja (BLK) Parbaba, Kamis (13/12) yang dihadiri anggota karang taruna dari lima kecamatan, yakni Pangururan, Harian, Sianjur Mulamula, Simanindo dan Kecamatan Ronggur Nihuta.

Melalui pelaksanaan kegiatan tersebut diharapkan rasa nasionalisme atau cinta Tanah Air dan bangsa di kalangan generasi muda dapat ditingkatkan.

“Sebagai warga negara, wajib hukumnya untuk mencintai Tanah Air dan bangsa, sebab proses pembentukan negara Indonesia penuh perjuangan para pahlawan, bahkan sampai mengorban jiwa dan raga,” kata Mangindar.

Sumber Waspada Online
Festival Danau Toba (FDT) sudah digelar. Kalau tahun-tahun sebelumnya masih bernama Pesta Danau Toba (PDT), kini namanya diubah menjadi FDT. Hal itu juga menunjukkan bahwa FDT ditingkatkan "kelasnya", menjadi sebuah festival yang tentu lebih dari sekadar pesta belaka. Tahun 2013, FDT digelar di Samosir, dari 8 sampai 14 September 2013.

Danau Toba sejak lama menjadi daerah tujuan wisata penting di Provinsi Sumatera Utara yang menarik banyak wisatawan domestik maupun mancanegara. Danau vulkanik dengan ukuran panjang 100 kilometer dan lebar 30 kilometer tersebut juga tercatat sebagai danau vulkanik terbesar di dunia. Di tengah danau ini terdapat sebuah pulau vulkanik bernama Pulau Samosir.

Kegiatan FDT kali ini mengangkat budaya lokal yang dikemas secara profesional. Salah satunya adalah Karnaval Sigale-gale. Acara unik dan penuh warna ini diyakini akan menarik perhatian bukan saja warga lokal atau wisatawan domestik, tetapi juga wisatawan mancanegara.

Acara lainnya dalam FDT adalah Lake Toba's World Drum Festival. Hanya ada sedikit kawasan di dunia yang menjadikan gondang (gendang atau drum) sebagai melodi. Salah satu di Tanah Batak - gendang atau drum dijadikan sebagai melodi dalam suatu pertunjukan musik tradisional.

Juga ditampilkan beragam kompetisi olahraga. Bukan sekadar kompetisi lokal, tetapi bahkan akan menjadi kompetisi internasional, karena diundang pula atlet-atlet dari sejumlah negara sahabat. Di antara lomba-lomba olahraga yang digelar, termasuk olahraga perairan. 

Selain mempromosikan Danau Toba sebagai destinasi wisata dunia, kompetisi tersebut juga untuk memperkenalkan Danau Toba sebagai salah satu arena olahraga perairan di Indonesia. Ada lomba renang, baik untuk kategori jarak pendek maupun marathon. Selain itu, akan diselenggarakan pula kompetisi Solu Bolon, lomba dayung dengan perahu tradisional yang biasa digunakan di Danau Toba.Kompetisi olahraga lainnya adalah lomba paralayang dengan kategori akurasi pendaratan, baik di darat maupun di air. Percaya atau tidak, tapi kawasan sekitar Danau Toba, disebut-sebut sebagai salah satu spot paralayang terbaik di dunia.

Jadi sungguh tepat, pelaksanaan FDT kali ini. Kalau dulu disebut Pesta, maka kini menjadi Festival. Lebih dari sekadar pesta, yang pasti akan menjadi lebih menarik.
Copyright © 2012 Raun-raun Medan