Tampilkan postingan dengan label Wisata Danau Toba. Tampilkan semua postingan
BALIGE, KOMPAS.com - Sepuluh atraksi budaya dijadwalkan akan digelar untuk memeriahkan Festival Danau Toba (FDT) di Balige, Kabupaten Toba Samosir (Tobasa), Sumatera Utara,  Juli 2014.
“Sepuluh kegiatan tersebut tercantum dalam surat Kemenparekraf tanggal 7 November tentang penunjukan Kabupaten Tobasa sebagai tuan rumah pelaksanaan FDT 2014,” ungkap Kepala Disbudpar Tobasa, Ultri Sonlahir Simangunsong di Balige, Senin (2/12/2013).
Jenis perlombaan yang akan meramaikan pesta rakyat itu, yakni, pertunjukan budaya, Lake Toba World Drum Festival, fashion show, lomba renang internasional dan lomba renang tradisonal serta pameran pariwisata dan ekonomi kreatif.
Selain itu, akan diadakan perlombaan solu bolon sejenis perahu besar(dragon boat), paralayang, arung jeram, seminar pariwisata dan lomba nyanyi paduan suara solo.
Di samping itu, menurut Ultri, kemungkinan akan ditambahkan sejumlah atraksi budaya lokal, seperti Monsak Batak (seni olahraga beladiri) dan berbagai permainan rakyat yang dulu sering dimainkan untuk turut diperlombakan.
JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) memastikan sektor pariwisata Sumatera Utara (Sumut) secara umum tidak terdampak secara signifikan oleh erupsi Gunung Sibanung.
"Erupsi Gunung Sinabung hanya berdampak terhadap daerah di sekitar radius lima kilometer. Hal ini tidak mempengaruhi perjalanan wisatawan ke Sumatera Utara," kata Direktur Jenderal Pengembangan Destinasi Pariwisata Kemenparekraf, Firmansyah Rahim di Jakarta, Rabu (5/2/2014).
Kemenparekraf memantau erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara yang masih berlangsung hingga saat ini tidak mempengaruhi perjalanan wisatawan melalui Bandara Kualanamu, Medan, karena lokasinya relatif jauh.
Firmansyah mengatakan, erupsi Sinabung juga tidak berdampak pada destinasi favorit di Sumut seperti Danau Toba dan Kota Medan yang selama ini banyak dikunjungi wisatawan nusantara maupun wisatawan mancanegara (wisman).
Menurut Firmansyah, upaya pemerintah terhadap musibah bencana Sinabung saat ini fokus pada penanganan para pengungsi, yakni bagaimana agar pengungsi di tempat penampungan tetap sehat dan aman dengan ketersediaan makanan dan obat-obatan yang mencukupi.
"Pasca tanggap darurat nanti pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat diharapkan bahu-membahu untuk mempercepat pemulihan," kata Firmansyah.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) dan Pusdatin Kemenparekraf menunjukkan kunjungan wisman melalui pintu masuk Bandara Kualanamu Medan pada tiga bulan pertama yakni Januari, Februari, dan Maret 2013 pada kondisi "low season" masing-masing sebanyak 14.405 orang (Januari), 16.419 orang (Februari), dan 17.932 orang (Maret).
Sementara pada April 2013 menunjukkan tren sedikit menurun sebesar 15.011 orang, kemudian memasuki "high season" Mei dan Juni naik kembali masing-masing sebanyak 20.659 orang dan 20.729 orang.
Puncak kunjungan wisman melalui Kualanamu terjadi pada November dan Desember 2013 sebesar 24.784 dan 27.948 orang atau dua kali lipat lebih besar dibanding saat "low season" pada Januari 2013.
BARRY KUSUMADesa Suhi Suhi di Pulau Samosir, Sumatera Utara.
Firmansyah mengatakan, sepanjang tahun 2013 jumlah wisman yang berkunjung ke Indonesia sebanyak 8.802.129 orang atau mengalami pertumbuhan sebesar 9,42 persen dibandingkan tahun 2012 sebesar 8.044.462 orang. Sedangkan perolehan devisa pariwisata 2013 sebesar 10 miliar dollar AS atau meningkat 10,23 persen.
"Meningkatnya kunjungan wisman 2013 antara lain karena semakin mudahnya aksesibilitas ke destinasi pariwisata," katanya.
Firmansyah mencontohkan, saat ini konektivitas penerbangan langsung dari negara-negara sumber wisman ke destinasi unggulan di Indonesia, antara lain Danau Toba Sumut, maupun adanya fasilitas bandara baru seperti Kualanamu Medan semakin bertambah sehingga banyak maskapai penerbangan internasional membuka jalur baru atau menambah frekuensi penerbangan ke Kualanamu.
KOMPAS.com - Pulau Samosir di Sumatera Utara adalah pulau yang sangat unik karena merupakan pulau vulkanik yang berada di tengah Danau Toba. Ketinggiannya 1.000 meter di atas permukaan laut. Inilah yang membuat pulau ini menjadi perhatian turis domestik maupun asing.
Menuju Pulau Samosir bisa dilakukan pagi hari dengan membeli tiket feri seharga Rp 10.000 per orang. Dan, sambil menunggu keberangkatan kapal, kita bisa hunting foto di sekitar danau, mengabadikan keindahan dan luasnya Danau Toba.
Selain sebagai tempat wisata, ternyata danau ini menjadi tumpuan hidup masyarakat sekitarnya. Mereka menggunakan air Danau Toba sebagai mata air utama dalam kehidupan sehari-hari. Ada dua tipe feri yang melayani rute ke Pulau Samosir, yaitu feri yang mengangkut penumpang saja dan feri yang mengangkut kendaraan roda empat.
BARRY KUSUMAPulau Samosir d Sumatera Utara.
Jika menggunakan mobil, Anda akan menumpang feri jenis kedua (yang mengangkut kendaraan beroda empat). Selama menyeberang, kita akan disuguhi pemandangan alam danau yang indah, langit biru, dan udara yang sejuk. Cuaca Danau Toba bahkan bisa menghipnotis pengunjung sehingga betah berlama-lama di sini.
Mobil adalah alat transportasi yang sangat penting bagi keluarga yang ingin berkeliling pulau. Di Samosir memang tidak ada angkutan umum. Anda harus menyewa kendaraan berupa sepeda atau sepeda motor jika ingin berjalan-jalan. Ongkos sewa motor antara Rp 70.000 hingga Rp 80.000 per hari.
Di pulau ini juga terdapat beberapa penginapan losmen yang sebagian tidak memiliki nomor telepon. Untuk menginap, kita bisa langsung memesan penginapan secara go show. Jika penginapan sudah penuh, kita bisa meminta tolong penduduk sekitar atau pemilik hotel untuk mencarikan rumah penduduk yang bisa disewakan sebagai tempat menginap. Tarif losmen sekitar Rp 100.000 – Rp 150.000. Wisatawan memang jarang menginap di Samosir.
Namun, jika bepergian secara backpacker, sesampainya di Pulau Samosir kita bisa menyewa ojek atau bermalam di sana.
BARRY KUSUMABatu persidangan
Uniknya, pulau ini memiliki obyek wisata danau. Terdapat dua danau di pulau yang berada di tengah Danau Toba, yaitu Danau Sidihoni dan Aek Natonang. Selain itu, pulau ini juga menawarkan banyak keunikan budaya dan sejarah lainnya. Misalnya saja Pusuk Buhit yang dipercaya sebagai tempat asal suku Batak.
Menariknya, di sini terdapat panggung batu. Untuk mendapatkan penjelasan tentang panggung batu, kita bisa menyewa penduduk sekitar sebagai pemandu. Setelah puas mendengarkan kisah tersebut, kita pun bisa berbelanja suvenir, berupa ukiran kayu dan kain tradisional di kios-kios cenderamata.
Obyek wisata lain yang tidak kalah menarik adalah pemandian air panas dan Museum Adat Budaya Batak. Museum ini cukup unik karena berada di ruang terbuka dan di sana ada banyak batu peninggalan raja yang konon asal mula orang Batak. Penjaga museum pun fasih menjelaskan sejarah masa lalu.
Di Pulau Samosir yang konon dikenal sebagai tempat asal mula orang Batak ini menyimpan banyak peninggalan Budaya masa lampau.
Kampung Siallagan
Kampung ini terletak di Desa Ambarita Pulau Samosir. Perkampungan yang mirip benteng ini lokasinya berdekatan dengan Danau Toba dan cukup banyak dikunjungi wisatawan, baik nusantara maupun mancanegara.
BARRY KUSUMAKampung Siallagan di Pulau Samosir, Sumatera Utara.
Anda akan terkagum-kagum mengamati bagaimana perkampungan ini dikelilingi batu-batu besar disusun bertingkat secara rapi. Dulunya tembok tersebut dilengkapi bambu dan benteng ini berfungsi untuk menjaga perkampungan dari gangguan binatang buas maupun serangan suku lain.
Perkampungan ini dibangun pada masa Raja Laga Siallagan. Kemudian diwariskan kepada keturunan berikutnya sampai dengan sekarang. Yang unik di sini terdapat Batu Persidangan. Dinamakan Batu Parsidangan karena memang fungsinya untuk mengadili penjahat atau pelanggar hukum adat (kasus pembunuhan, pencurian, pemerkosaan, dan lainnya) atau juga untuk musuh politik dari sang raja.
BARRY KUSUMAKampung Siallagan di Pulau Samosir, Sumatera Utara.
Dari kisah inilah kemudian sempat menjadi sebuah stereotipe bahwa masyarakat Batak melakukan praktek kanibalisme. Ritual ini perlahan hilang setelah agama Kristen tersebar di wilayah Samosir oleh seorang pendeta asal Jerman bernama Dr. Ingwer Ludwig Nommensen pada pertengahan abad ke-19.
Raja Siallagan yang sebelumnya masih menganut agama asli Batak (Parmalim) kemudian memeluk Kristen dan tidak melanjutkan ritual kanibalisme itu lagi. Sekarang Huta Siallagan hanya berfungsi sebagai desa wisata saja untuk mengenang sejarah dan budaya salah satu suku di Tanah Batak.
Pemandu wisata ke tempat ini pastinya akan menceritakan hal ini lebih terinci dan dimaksudkan sebagai pelajaran dari bentuk tradisi di zaman dahulu dan tidak ada maksud lainnya.
Desa Suhi Suhi
Desa Suhi Suhi berada dekat dengan pelabuhan Tomok dan kota Kabupaten Samosir, yaitu Pangururan. Untuk mencapai desa ini, dibutuhkan waktu sekitar 40 menit dari Desa Tomok atau 20 menit dari Pangururan melalui jalan darat.
BARRY KUSUMADesa Suhi Suhi di Pulau Samosir, Sumatera Utara.
Tidak ada tiket masuk yang dikenakan bagi pengunjung yang ingin berwisata ke desa ini. Namun saat ini para perajin kain ulos tradisional semakin langka. Tetapi di Desa Suhi Suhi ini hampir sebagian besar perajin baik tua dan muda sedang menenun Ulos.
Di Desa ini kita bisa melihat proses penenunan kain Ulos yang terbilang rumit, dan membutuhkan banyak waktu, kesabaran dan ketelitian yang tinggi. Tidak heran kalau harga yang ditawarkan bisa mulai dari Rp 250.000 sampai Rp 5.000.000. Buat pencinta kain tradisional sangat disarankan untuk datang ke desa ini. Di sini wisatawan bisa membeli Ulos sekaligus belajar cara menenun. (BARRY KUSUMA)
BARRY KUSUMAPenenun kain Ulos di Desa Suhi Suhi, Pulau Samosir, Sumatera Utara.

BARRY KUSUMAKampung Siallagan di Pulau Samosir, Sumatera Utara.
JAKARTA, KOMPAS.com - Rencananya, di kawasan Danau Toba, Sumatera Utara, akan dikembangkan sebuah taman bumi atau geopark. Hal ini cocok untuk pengembangan wisata minat khusus.
“Letusan Gunung Toba ratusan ribu tahun yang lalu membuat dunia berubah. Ini sedang kita persiapkan secara ilmiah untuk menjadikan Geopark Toba. Etalasenya sedang kita persiapkan dan akan dibangun di Samosir,” kata Bupati Samosir, Mangindar Simbolon saat ditemui di Jakarta, Jumat (26/7/2013).
Walaupun Danau Toba memiliki potensi wisata yang begitu besar, menurut Mangindar, kurangnya acara wisata membuat potensi tersebut kurang berkembang. Untuk itulah, tutur Mangindar, diadakan Festival Danau Toba sebagai penarik minat wisatawan.
Mangindar menjelaskan penginapan sebagai pendukung pariwisata pun sudah tersedia di kawasan Danau Toba. Berbagai penginapan ada di masing-masing kabupaten di sekitar Danau Toba. Tidak hanya hotel di sekitar Danau Toba, akomodasi di Medan, pun kini sudah menjamur.
Selain itu, lanjut Mangindar, dengan adanya bandara baru yaitu Bandara Internasional Kualanamu, diharapkan bisa meningkatkan potensi wisata Danau Toba. Sebab bandara ini dipandang dapat menjadi pintu gerbang Indonesia bagian barat untuk wisatawan domestik dan internasional.

Daerah Tapanuli memang cukup kaya dengan berbagai objek wisata.

toba,sumatra utaraDanau Toba. (Thinkstock)
PT Angkasa Pura II mengalokasikan dana sebesar Rp200 miliar untuk pengembangan Bandar Udara (Bandara) Silangit di Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara. Nantinya Silangit akan dijadikan sebagai bandara wisata di Provinsi Sumatera Utara.
"Jasa pengelolaan Bandara Silangit yang ditangani PT Angkasa Pura II patut disyukuri sebagai berkah bagi daerah Tapanuli Utara," kata Bupati Tapanuli Utara, Torang Lumbantobing di Silangit, Kamis (16/1).
Menurut Lumbantobing, visi PT Angkasa Pura II menjadikan Silangit sebagai bandara wisata di Provinsi Sumatera Utara, bukan retorika semata, karena daerah Tapanuli memang cukup kaya dengan berbagai objek wisata.
Salah satu objek wisata yang cukup menarik di kawasan Tapanuli, yakni Danau Toba yang terkenal sebagai danau vulkanik terbesar di Asia Tenggara.
Sayangnya, kata orang nomor satu di Pemkab Tapanuli Utara itu, potensi keindahan Danau Toba kurang terpromosi secara optimal, karena faktor jarak yang relatif jauh, berkisar 250 kilometer dari Medan, Ibu Kota Provinsi Sumatera Utara.
"Saya sudah keliling luar negeri dan Danau Toba merupakan danau yang terindah, namun kurang terpromosi secara optimal," ungkapnya.
Menurut Lumbantobing, dengan diresmikannya Bandara Silangit pada 2012 lalu, jelas memudahkan para wisatawan mengunjungi objek wisata warisan leluhur nenek moyang etnis Tapanuli di daerah tersebut.
Sementara itu, Direktur Keuangan PT Angkasa Pura II, Laurensius Manurung menyebutkan, pihaknya juga akan menjadikan terminal lama Bandara Silangit menjadi terminal kargo untuk mengangkut hasil komoditi masyarakat Tapanuli yang berkualitas ekspor.
"Selain sebagai bandara untuk tujuan obyek wisata, salah satu tujuan dari adanya bandara, yakni membuka hubungan konektivitas antar daerah secara cepat," kata Laurensius.

Sumber: nationalgeographic.co.id

5 Kegiatan Wajib Jika Mengunjungi Pulau Samosir

Apa saja yang bisa dilakukan di Pulau Samosir? Banyak hal, mulai dari wisata alam, rekreasi, hingga wisata budaya dan sejarah

samosir,toba
Penginapan di Pulau Samosir yang menghadap ke arah Danau Toba (Hulaesuddin).
Biasanya wisatawan yang pelesir ke Danau Toba hanya sekedar tamasya di sekitar Danau Toba terutama di wilayah Parapat. Tak heran memang, di Parapat begitu banyak penginapan yang menghadap Danau Toba. Pilihan lain adalah naik kapal untuk berkeliling seputar Danau Toba. Padahal, coba naik kapal feri dan menyeberang ke Pulau Samosir. Pulau Samosir begitu unik karena berada di tengah-tengah danau vulkanik terluas di Indonesia.

Apa saja yang bisa dilakukan di Pulau Samosir? Banyak hal, mulai dari wisata alam, rekreasi, hingga wisata budaya dan sejarah. Berikut kelima di antaranya.

Menonton Pertunjukan Sigale-gale. Berkunjung ke Kampung tua Huta Bolon. Di sini ada pentas tari Batak tradisional bernama Tari Sigale-gale. Tarian tersebut seperti tari Tor-tor yang diiringi dengan alat musik tradisional. Awalnya, tarian ini dimaksudkan untuk menawar rindu
seorang raja yang kehilangan anaknya. Boneka dibuat menyerupai anak raja yang sudah meninggal. Jadi tak heran boneka Sigale-gale bergerak seperti manusia.

Berkeliling dengan Sepeda Motor. Sangat mudah berkeliling Pulau Samosir. Sebab hanya ada satu jalan utama di pulau ini. Letaknya persis di tepian Pulau Samosir dan melingkar hingga menjadi jalan yang terhubung. Sewa motor di daerah Tomok. Lalu bawa motor untuk berkeliling Pulau Samosir. Sesekali mampir di berbagai tempat yang menarik perhatian Anda. Atau, sekedar menikmati panorama asri Samosir. Sawah, pepohonan, rumah khas Batak, dan tentu saja Danau Toba. Selain motor, bisa juga dengan menumpang bentor atau becak motor.

Melihat Batu Parsidangan. Di Ambarita terdapat pengadilan tradisional suku Batak. Batu-batu melingkar dengan rapi. Usianya sudah ratusan tahun. Di sini Anda akan menemukan tempat eksekusi untuk tahanan hukuman mati.

Berenang di Pantai Pasir Putih. Walau disebut pantai, nyatanya ini bukan laut, melainkan pinggiran Danau Toba. Seperti laut, pinggiran danau dipenuhi pasir putih. Pantai Pasir Putih berada di Desa Parbaba. Hawa sejuk melengkapi nikmatnya berenang dan bersantai di pantai ini. Pantai ini cocok untuk keluarga karena air danau yang tenang menjadi area yang aman untuk anak-anak berenang. Ada beragam sarana di pantai ini. Seperti jetski, banana boat, sampai bebek-bebekan. Sekedar santai berendam, bisa sewa ban.

Makan Mi Gomak. Mi tebal mirip dengan pasta spaghetti. Sementara sausnya selintas mirip rendang. Ciri khas saus untuk mie menggunakan bumbu andaliman. Bersama andaliman, ada pula merica dan jahe, kombinasi yang membuat saus mi ini pedas panas. Cocok dimakan untuk menghangatkan badan. Selain itu, saus juga diberi kelapa yang disangrai. Harumnya kelapa dengan mi kenyal berpadu apik dengan saus yang pedas.
Sumber: kompas.com)


Bagi suku Batak, Ulos tidak hanya berfungsi sebagai lambang kasih sayang, tapi juga lambang kedudukan, komunikasi, dan solidaritas.

ulos,lumban suhisuhi,huta raja,samosir,toba,sumatra utaraPembuatan ulos biasanya memakan waktu satu minggu. Semakin besar kain tenun, tentu akan semakin lama pengerjaannya, yang juga akan menentukan harga jualnya (Bayu Dwi/NGI)
Ulos Batak akan dijadikan sebagai ikon pada Festival Danau Toba 2014 oleh Pemkab Toba Samosir yang ditunjuk Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menjadi tuan rumah pelaksanaan festival budaya yang akan deselenggarakan sekitar Juni 2014.

"Kami mengandalkan Ulos Batak menjadi ikon pada pelaksanaan pesta rakyat yang akan diselenggarakan pada Juni atau Juli bertepatan dengan hari libur sekolah," ujar Bupati Toba Samosir, Kasmin Simanjuntak di Balige, Minggu (22/9/2013).

Bahkan, menurut Kasmin, pihaknya merencanakan pembuatan ulos terpanjang yang disain dan ukuran detailnya masih dalam pengkajian.

Bagi suku Batak, Ulos tidak hanya berfungsi sebagai lambang penghangat dan kasih sayang, melainkan juga sebagai lambang kedudukan, lambang komunikasi, dan lambang solidaritas.

Tenun ikat Batak itu memiliki fungsi simbolik yang tidak dapat dipisahkan dalam aspek kehidupan orang Batak dengan berbagai jenis serta motifnya yang menggambarkan makna tersendiri.



Kasmin mengaku, sebenarnya pihaknya belum sanggup melaksanakan agenda nasional berskala internasional tersebut. Tapi, karena mendapat dukungan dari sesepuh masyarakat Batak, TB Silalahi, akhirnya penunjukan sebagai penyelenggara dalam FDT 2014 diterima oleh Pemkab Toba Samosir.

"Wamenparekraf Sapta Nirwandar menunjuk Pemkab Toba Samosir menjadi tuan rumah pada pelaksanaan FDT 2014," ujarnya.

Dengan adanya penunjukan tersebut, menurut Kasmin, pihaknya langsung bergerak cepat untuk mempersiapkan festival, termasuk melakukan koordinasi dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga.

Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo, kata Kasmin, akan mengucurkan dana sekitar Rp 20 miliar, yang akan digunakan Pemerintah setempat membangun infrastruktur serta sarana dan prasarana olahraga. "Kami akan bangun dua tribun, dan salah satunya di Lapangan Sisingamangaraja Balige, sementara untuk dana lainnya akan dicarikan dari pihak sponsor," katanya.

Selain menyiapkan tim, lanjut Kasmin, pihaknya juga telah mempersiapkan waktu pelaksanaan festival tersebut yakni medio Juni hingga Juli, bertepatan dengan libur sekolah,  salah satu tujuannya untuk mendorong hadirnya masyarakat pada festival tersebut.

Untuk menyemarakkan kegiatan olahraga, kabupaten yang terletak di bagian tengah Provinsi Sumatera Utara itu akan mengandalkan arung jeram menyusuri sungai Asahan, karena objek wisata olahraga tersebut sudah mulai dikenal hingga tingkat internasional.

Kasmin menegaskan, hingga saat ini sudah banyak turis yang mencoba arung jeram di Asahan, sehingga lokasi tersebut akan diandalkan dalam pelaksanaan festival.

"Guna memenuhi akomodasi, sejumlah hotel telah dipersiapkan bagi tamu lokal maupun pengunjung asing, sementara infrastruktur jalan, sarana dan prasarana lainnya akan terus diperbaiki," tambah Kasmin.

http://nationalgeographic.co.id/
Copyright © 2012 Raun-raun Medan