Gambar
Jakarta (ANTARA) – Menteri Keuangan Agus Martowardojo mendukung percepatan pembangunan jalan tol Trans Sumatera dan mengharapkan PT Hutama Karya untuk memulai proyek ini.
“Kami mendukung penuh untuk aktivitas pembangunan jalan tol,” ujarnya di Jakarta, Jumat.
Agus menjelaskan beberapa alternatif pembiayaan yang dapat dilakukan oleh PT Hutama Karya sebagai salah satu BUMN yang ditugaskan pemerintah untuk mengerjakan proyek pembangunan infrastruktur ini.
Opsi pembiayaan tersebut antara lain berupa penanaman modal negara, bentuk subsidiary loan agreement atau menerbitkan obligasi baik yang dilakukan pemerintah maupun PT Hutama Karya.
Untuk itu, ia meminta adanya studi kelayakan yang memadai terkait pembangunan jalan tol antara Banda Aceh-Bakauheuni agar proyek ini dapat berjalan tepat waktu mulai 2013. 
“Kita akan lihat tapi kalau bisa didukung studi kelayakan oleh Hutama Karya. Pemerintah akan mendukung, tentunya dengan bekerja sama dengan BPJT (Badan Pengatur Jalan Tol),” katanya.
Menurut Menkeu, dengan perencanaan dan studi kelayakan yang baik, maka pembangunan jalan tol Trans Sumatera cepat terselesaikan karena dalam jangka panjang jalan ini dapat meningkatkan konektivitas antardaerah dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
“Kita ingin jalan tol sumatera cepat terwujud, ekonomi jadi semakin baik. Oleh karena itu, saya berikan `guidance` kelayakan usaha disusun, koordinasi penugasan dibangun, tapi perlu kejelasan dari BPJT,” ujarnya.
Diharapkan Peraturan Pemerintah (PP) yang menugaskan PT Hutama Karya untuk menggarap ruas tol Trans Sumatera akan selesai pada Januari tahun ini. 
Penugasan kepada PT Hutama Karya dilakukan karena tingkat pengembalian investasi (Internal Rate of Return/IRR) ruas jalan tol Trans Sumatera hanya sekitar 6-13 persen.
Dengan adanya PP tersebut, Kementerian BUMN bisa mengubah lini bisnis PT Hutama Karya dari BUMN konstruksi menjadi operator jalan tol asalkan tidak melakukan pelepasan saham perdana (IPO).
Sebagai langkah awal, PT Hutama Karya akan membangun proyek jalan tol Medan-Binjai sepanjang 16 kilometer senilai Rp3,4 triliun dengan membentuk anak usaha bernama PT Hutama Prasarana NusantaraUntuk membentuk anak usaha ini, PT Hutama Karya menggandeng PT Perkebunan Nusantara II, III, dan IV, serta perusahaan daerah PT Pembangunan Prasarana Sumatera Utara
Beberapa tempat wisata yang sering dikunjungi baik oleh wisatawan asing m​aupun wisatawan domestik sebagai berikut :
1. Mesjid Raya Baiturrahman

Slide9.jpgDipusat  kota Banda Aceh berdiri dengan megah sebuah Mesjid yang agung yang bernama “MESJID RAYA BAITURRAHMAN, Mesjid ini berkubah tunggal dibangun pada tanggal 27 Desember 1883. selanjutnya Mesjid ini diperluas menjadi 3 kubah pada tahun 1935. terakhir diperluas lagi menjadi 5 kubah (1959-1968), Mesjid ini merupakan salah satu Mesjid yang terindah di Indonesia yang memiliki bentuk yang manis, ukiran yang menarik, halaman yang luas dan terasa sangat sejuk apabila berada dalam ruangan Mesjid Tersebut.


2. Taman Putroe Phang

Slide3.jpg
Taman Putroe Phang dibangun oleh Sultan Iskandar Muda  (1608-1636) sebuah taman ini berada disekitar Istana berdekatan dengan Gunongan. Sultan Iskandar Muda Membangun Taman Putroe Phang dan Gunongan Untuk Permaisurinya Putri Phang, menurut sejarah, Putri Phang selalu merasa rindu akan kampung halamannya, Pahang – Malaysia, Sultan kemudian mengetahui bahwa kegusaran permaisurinya itu karena di Pahang Istananya dikelilingi oleh perbukitan dimana permaisuri dapat bermain.  

3. Pinto – Khop

Pinto Khop merupakan pintu penghubung antara Istana dan Taman. Pinto Khop berdekatan dengan “Gunongan dan Taman Putro Phang”, tempat pemandian dan tempat bermain Putri Phang.

4. Kerkhoff (Perkuburan Belanda)

Slide91.jpg
Kerkhoff adalah suatu areal, tempat penguburan serdadu-serdadu Belanda yang tewas selama peperangan dengan Kerajaan Aceh Darussalam. Disini dimakamkan kira-kira 2.200 serdadu termasuk Jenderal Kohler, yang tewas ditembus peluru mujahidin Aceh di depan Mesjid Raya Baiturrahman. Nama-nama dimana mereka tewas tertera jelas dipintu gerbang Kerkhoff. 



5. Benteng Indrapatra

Benteng Indrapatra terletak dekat pantai Ujong Batee, Menurut Riwayat dibangun pada masa Pra Islam di Aceh yaitu dimasa Kerajaan Lamuri. Dibuat dari Beton Kapur, cukup kuat untuk mempertahankan diri dari serangan Portugis dimasa lalu.

6. Iboih Sabang

Slide92.jpgIboih dan Gapang adalah dua tempat yang biasa dituju para wisatawan. Fasilitas untuk menikmati keindahan laut pulau ini tersedia lengkap bagi wisatawan yang tidak membawa peralatan sendiri. Bahkan dulu terdapat warnet berkecepatan tinggi untuk mengakses internet, sayangnya fasilitas ini rusak dihantam tsunami. Menurut penuturan Junet internet digunakan menjadi seperti ensiklopedia untuk mengetahui jenis spesies yang ditemukan di laut saat snorkling atau menyelam, Perjalanan menuju ke Iboh  + 1 jam dengan taksi atau angkutan umum minibus. Di samping itu juga terdapat hutan wisata Iboih dan berdampingan dengan Pulau Rubiah yang meiliki Taman Laut yang kaya terumbu karang.

7. Danau Laut Tawar

Slide8.jpg
Danau ini sangat indah dan terletak dekat kota Takengon, Ibu kota Kabupaten Aceh Tengah. Meskipun luasnya jauh lebih kecil dari Danau Toba di Sumatera Utara namun keindahannya memiliki daya tarik yang sama. Bahkan di sini juga menyimpan berbagai legenda yang dilestarikan secara lisan dikalangan masyarakat setempat. Ikan Depik merupakan salah satu jenis ikan yang tidak ada di berbagai tempat lain diberbagai pelosok. Bahkan mungkin satu-satunya spesies ikan yang ada di dunia dan hidup di Habitat Danau Laut Tawar ini dan muncul hanya pada musim tertentu.   

8. Danau Aneuk Laot
Slide6.jpg
Danau Aneuk Laot berbeda dengan danau Luat Tawar, danau ini berada ditengah-tengah kota Sabang, Danau Aneuk Laut merupakan Panorama yang indah untuk dinikmati dimalam hari selain tempatnya sejuk kita juga bisa menikmati lampu-lampu kota dari atas bukit Kota atas Sabang. Danau ini banyak dikunjungi wisatawan dalam negeri dan luar negeri.   



9. Taman Wisata Alam Laut Pulau Weh Sabang

Slide94.jpg
Di Taman Laut Pulau Weh, Sabang terdapat terumbu karang, baik karang yang keras maupun karang yang lunak dengan berbagai jenis, bentuk dan warna, yang kesemuanya membentuk gugusan karang yang menarik untuk dinikmati, antara lain karang dengan nama daerahnya karang lupas, karang rusa, karang kerupuk. Taman Alam Laut Pulau Weh memiliki potensi wisata alam laut yang cukup beragam seperti berbagai jenis ikan karang yang berwarna-warni dan formasi terumbu karang yang sangat indah dan menarik dan juga terdapat gejala alam seperti gua-gua di bawah laut.
Kegiatan wisata alam yang dapat dilakukan di Taman Laut Pulau Weh adalah kegiatan wisata tirta seperti berselancar, naik sampan, berenang, memancing, serta menyelam untuk menikmati alam bawah air dengan keanekaragaman terumbu karang serta ikan-ikan karangnya yang indah.

Musim kunjungan terbaik: pada bulan Maret s/d Agustus. 
Cara pencapaian: Medan - Banda Aceh ditempuh dengan bus 8 – 10 jam, dilanjutkan ke Pelabuhan Malahayati 20-30 menit, kemudian menggunakan feri ke Pelabuhan Sabang dua jam. Pelabuhan Sabang – lokasi 1-1,5 jam dengan angkutan umum. Medan – Banda Aceh (plane) ± 45 menit. Pelabuhan Belawan Medan – Pelabuhan Malayahati – Pelabuhan Sabang (kapal laut).

10. Taman Wisata Laut Kepulauan BanyakTaman

Taman Wisata Alam (laut) Kepulauan Banyak terdiri dari 99 buah pulau besar dan kecil, diantaranya Pulau Balai, Pulau Tuanku, Pulau Teluk Nibung dan Pulau Bengkaru. Merupakan perwakilan tipe ekosistem terumbu karang penghalang, lamun, mangrove, hutan hujan dataran rendah.

Kawasan yang memiliki potensi keanekaragaman ekosistem terumbu karang yang tinggi terletak pada perairan antara Teluk Nibung dan Pulau Bengkaru, serta perairan sebelah timur bagian selatan Pulau Tuanku dan Pulau Tuanku. Jenis-jenis karang penyusunnya antara lain karang jamur, karang jarum, karang otak, karang daun, karang api, karang biru, karang kipas laut, dan karang lunak seperti akar bahar, serta sponges yang banyak ditemukan pada bagian-bagian lembah terumbu karang.  
Rumput laut umumnya terdiri dari jenis Thallasia sp, Halodule wringhtii, Hallophylla sp, Sargassum sp. Jenis-jenis mollusca antara lain lola (Trochus niloticus), keong kepala kambing (Cassis cornuta), keong terompet (Charonia tritonis), lola putih (Tectus pyramis), beberapa jenis kima (Tridacna sp), batu laga (Turbo marmoratus), Conus sp., Nautilus, tripang hitam, tripang pasir, tripang malam dan tripang susu. Sedangkan mamalia laut yang dapat dijumpai pada musim-musim tertentu antara lain duyung (Dugong dugong), lumba-lumba (Delphinus capensis) dan ikan paus biru (Balaenoptera musculus)

11. Cagar Alam Jantho

Flora : 
Pinus, Mampre, Jambu air, Gleum, Bremen, Sampang, Ara, Damar, Medang, Kayu hitam, Beringin, Meranti, Kandis, Rambutan hutan, Tampu, Ketapang, Medang ara, Lukup, Tampang, Lawang, Semiran, Anang, Jenarai, Kerakau, Rengen, Merbau. 

Fauna : 
Siamang, Owa, Macan dahan, Kucing Hutan, Rusa, Kijang, Kancil, Napu, Gajah, Kambing Hutan, Beruang, Trenggiling, Kukang, Kuao.

Perjalananan: 
Dari Banda Aceh (Ibukota Propinsi - Janthoi (Kabupaten) berjarak 50 Km dari Janthoi ke Kawasan Cagar Alam 9 Km dengan kendaraan darat. Waktu kunjungan terbaik pada bulan Januari s/d Juni (Musim Kemarau) untuk menikmati pemandangan/panorama yang indah.

12. Cagar Alam Serbajadi

Flora 
Semantok, Medang Kuning, Meranti Bunga), Merbau, Meranti Sabut, Keruing Minyak, Damar Laut, Kompas, Tualang, Durian Hutan, Bintangur, Bayur, Jelutung, Kedondong Hutan, Kapur, Rotan Manau, Rotan Sega, Kantung Kera, Cengal, Meranti Putuh, Meranti Merah, Puspa, Kenari, Jelatang, Keladi Hutan, Bunga Bangkai.

Fauna 
Kijang, Siamang, Mawas, Owa, Kedi, Rusa, Kancil, Burung Kaou, Kambing hutan, Landak, Beruang Madu, Kucing Hutan, Kukang, Tringgiling, Rangkong.

Aksesibilitas 
Dari Banda Aceh-Langsa 436 Km, Langsa-Kuala Simpang 34 Km, Kuala Simpang-Pulau Tiga 140 Km, Pulau Tiga-Peunaron ± 3 jam (menyusuri sungai).  Waktu kunjungan terbaik pada bulan Mei s/d September (musim kemarau) untuk menikmati pemandangan/panorama alam indah.

13. Suaka Margasatwa Rawa Singkil

Kawasan ini termasuk ke dalam pengelolaan ekosistem Leuser, dan sedang diupayakan disambungkan oleh koridor di desa Naca dan Ie Jereuneh. 
Suaka Margasatwa Rawa Singkil merupakan ekosistem hutan rawa dan hutan Tropis dataran rendah. Vegetasi didominasi oleh famili Dipterocarpaceae antara lain meranti Kapur dan vegetasi rawa lainnya.

Jenis fauna antara lain Gajah Sumatera, Harimau Sumatera, Mawas, Ular Phyton, Biawak, Rangkong, Kuau, Gagak Hitam, Kuntul, Ayam Hutan.
Potensi lain dari kawasan ini adalah kandungan gambut yang cukup dalam ada yang mencapai 6 meter.

Cara pencapaian menuju lokasi dapat ditempuh melalui dua cara, yaitu :
Melalui Medan Sumatera Utara - Sidikalang Singkil dan lokasi yang dapat ditempuh dengan jalan darat kurang lebih dalam waktu 6 jam Melalui Banda Aceh - Tapak Tuan - Kota Fajar dan lokasi yang ditempuh dengan menggunakan jalan darat kurang lebih 10 jam.

14. Taman Buru Linge Isac

Kawasan ini terletak di Kecamatan Takengon dan Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah Nanggroe Aceh Darussalam. Secara geografis terletak antara 51°4 ’ - 4 06° ’ LU dan 25°69’ -97 51° ’ BT

Keadaan Lapangan 
- Ketinggian : 450 - 2.830 m.dpl 
- Topografi : Bergelombang,  berbukit dan bergunung. 
- Iklim : Tipe B 
- Tanah : Podsolik merah kuning, reuzina, podsolik merah, laterik

F l o r a  
Meranti Merah, Merawan, Bacan, Melur, Bayur, Durian Hutan, Jambu, Tusam .

F a u n a  
Sambar, Babi Hutan, Kijang, Kancil, Harimau Sumatera, Gajah, Badak, Kambing Hutan, Owa, Orang Utan, Kera ekor panjang, Lutung, Siamang, Napu dan Macan dahan. 
Tipe Ekosistem - Hutan Primer 
- Hutan Hujan Tropika Basah 
- Hutan Alam Pinus sp.

15. Taman Hutan Raya Pocut Merah Intan

Kawasan ini terletak di Kecamatan Seulimum, Kabupaten II Aceh Besar dan Kecamatan Padang Tiji, Kabupaten Pidie dengan luas kawasan 6.220 ha.  Secara geografis terletak antara 05º25'15" LU dan 95º45'25" BT.

Flora
Vegetasi penyusunannya antara lain Pinus, Kayu Hitam, Meranti, Temulia, Kemeyan, Tampu, Merawan, Kayu Bunga, Ulin, Kenanga  dan Ara.

Fauna
Jenis satwa terdiri dari Rusa Sambar, Gajah, Harimau Sumatera, Kijang, Kera Ekor panjang, Siamang  dan Trenggiling.
Provinsi Sumatera Barat memiliki berbagai jenis daearah dan tempat wisata, baik wisata alam maupun wisata sejarah, diantaranya yang sangat sering dikunjungi adalah sebagai berikut :
 
1. Danau Singkarak
d_singkarak1.jpg
Merupakan danau yang terbesar di Sumatera Barat dengan panjang 21 km yang terletak di pinggir jalan raya Padang Panjang - Solok.  Disekitar danau terdapat beberapa tempat untuk beristirahat dan bersantai serta  tersedia juga berbagai fasilitas sampan, boat dan hotel.  Tersedia juga fasilitas untuk mengelilingi danau dengan pemandangan yang indah.
 




2. Danau Maninjau
d_maninjau1.jpg
Merupakan danau yang cukup indah dan menarik yang terletak lebih kurang 36 km dari Kota Bukittinggi, dapat ditempuh dengan melewati jalan berkelok-kelok yang dikenal dengan  sebutan kelok 44 (kelok ampek-ampek).  Di danau ini tersedia fasilitas untuk berenang, memancing, sepeda air yang cukup mengasyikan serta terdapat juga hotel dan homestay yang cukup representative.










3. Danau Di Atas dan Di Bawah
d_diatas_dibawah1.jpg
Kedua danau ini dikenal dengan sebutan Danau Kembar.  Kedua danau tersebut terletak di Desa Pasar Simpang, Kecamatan Lembayang Jaya, Kab. Solok, berjarak kurang lebih 47 km dari Kota Solok dan 56 km dari Kota Padang.  Keunikan dari danau kembar tersebut adalah untuk menuju Danau Di atas, kita harus melalui jalan yang menurun sedangkan untuk menuju Danau Dibawah, kita harus melalui jalan yang mendaki.  Di sekitar danau ditanam buah markisa dengan rasa yang manis, sayur-sayuran, dan kentang.


4. Jam Gadang
jam_gadang1.jpg
Jam Gadang merupakan bangunan menara yang tinggi menjulang dengan megahnya, beratapkan khas Minangkabau, terletak di tengah kota Bukittinggi.  Jam Gadang menjadi landmark dan lambang kota Bukittinggi, dibangun di atas bukit yang bernama Bukit Kandang Kerbau pada jaman Pemerintahan Belanda tahun 1827 oleh Contraleur (Sekretaris Kota) Rook Maker.
Dari puncak menara kita dapat menikmati dan menyaksikan betapa indahnya alam di sekitar kota Bukittinggi yang dihiasi Gunung  Merapi, Gunung Singgalang, Gunung Sago dan Ngarai Sianok.  Selain itu, Jam Gadang juga berguna sebagai penuntun bagi masyarakat sekitar untuk mengetahui waktu.  Hal yang unik pada Jam Gadang adalah angka 4 yang tertulis IIII.
 




5. Benteng De Kock
Benteng ini dibangun di pincak di dalam kota Bukittinggi tahun 1825 pada waktu terjadi perlawanan rakyat yang dipimpin oleh Tuanku Imam Bonjol dan Harimau Nan Salapan terhadap  Belanda. Disekitar Benteng ini masih dapat kita lihat meriam kuno periode abad XIX Masehi. Tempat yang luas ini telah dihiasi dengan taman sebagai tempat ketinggian menyaksikan, Ngarai Sianok dan perbukitan sekitarnya terdapat meriam kuno dan bangunan benteng. Ini merupakan tempat terbaik di Bukittinggi menyaksikan Sunset.

6. Gedung Tri Arga / Istana Bung Hatta
Gedung yang terletak di kota Bukittinggi ini masa dahulu merupakan pusat pemerintahan darurat Republik Indonesia tahun 1947. Hal ini disebabkan oleh agresi Belanda yang ingin memecah belah bangsa kita. Untuk mengenang jasa Proklamator Bung Hatta, gedung Tri Arga diganti nama dengan Istana Bung Hatta.

7. Terowongan (Gua) Jepang
Terowongan ini panjangnya lebih 1.400 meter berkelok-kelok dibuat oleh tentara Jepang pada periode 1942, terletak di tengah taman panorama di Ngarai Sianok di bawah kota Bukittinggi, dengan lebar lebih 2 meter. Di dalam gua terdapat berbagai keperluan ruangan untuk kantor, rumah sakit, makanan dan persenjataan. Pintu masuk gua terdapat dibeberapa tempat, seperti di Ngarai Sianok, di Panorama, di samping Istana Bung Hatta dan di Kebun Binatang Bukittinggi. Rakyat setempat menamakan ini adalah Lobang Jepang.

8. Ngarai Sianok
ngarai_sianok1.jpg
Ngarai Sianok terletak di Pusat kota Bukittinggi, membujur dari Selatan Nagari Koto Gadang terus ke Utara, Nagari Sianok Enam Suku dan berakhir di Palupuh dengan panjang 15 km, kedalaman 100 meter dan lebar 200 meter. Ngarai Sianok atau Lembah Pendiam ini merupakan suatu lembah yang indah, hijau dan subur, didasarnya mengalir sebuah anak sungai yang berliku-liku menelusuri celah-celah tebing yang berwarna-warni dengan latar belakang gunung Merapi dan Singgalang yang menghijau merupakan alam yang mempesona. Keunikan Ngarai ini mudah dicapai, sebuah Ngarai di pusat kota yang tidak ditemui di kota-kota lainnya di dunia. Keindahan alam Ngarai Sianok yang mempesona itu selalu diabadikan oleh wisatawan dengan mengambil foto-foto serta sebagai imajinasi bagi para pelukis. Perjalanan menjelajah dengan melalui jalan setapak di lembah Ngarai merupakan rekreasi yang menarik, bila perjalanan terus keseberang Ngarai dalam waktu 45 menit anda akan sampai di Nagari Koto Gadang sebagai Nagari asal beberapa orang pemimpin bangsa Indonesia antara lain : H.Agus Salim dan Emil Salim.

9. Lembah Anai
lembah_anai1.jpg
Lingkungan Lembah Anai sangat mengagumkan. Hutan tropis yang lebat yang mengesankan dan merupakan hutan lindung. Didasarnya mengalir Sungai Batang Anai dengan airnya yang bening dan kelihatan sebuah air terjun setinggi 40 meter dekat sekali dengan jalan raya.








10. Anai Resort Golf Course
Anai Resort terletak 550 m di atas permukaan laut. Merupakan Golf Course terbaik di Sumatera Barat yang berstatus Internasional dengan 18 hole, dirancang oleh Designer Lapangan Golf International Thomas dan Perret. Berbagai fasilitas terdapat di lokasi bungalow seperti kolam renang alami dan restoran.

11. Embun Pagi
Sebelum mencapai Danau Maninjau kita akan berhenti sejenak di Embun Pagi di desa Padang Gelanggang 24 km dari Bukittinggi untuk menikmati udara yang sejuk dan nyaman sambil memandang keindahan Danau Maninjau dengan airnya yang membiru serta dikelilingi oleh bukit-bukit yang menghijau.

12. Ngalau Indah
Dua km sebelum memasuki kota Payakumbuh dari arah Bukitinggi kita akan sampai ke sebuah gua alam dengan stalagnit dan stalagmit pada langit-langit gua yang cukup menarik. Di dalam gua ini kita akan mendengar suara kelelawar yang berterbangan di sekitar kita dan merasakannya tanpa dapat melihatnya. Di luar gua ini kita akan menikmati taman dengan pohon-pohon yang rindang menambah kesejukan dan keindahan alam.

13. Istana Pagaruyung

istana_pagaruyung1.jpg
Istana ini dibangun oleh keluarga kerajaan Pagaruyung di Batusangkar yang mempunyai ciri khas Minangkabau. Di dalam istana terdapat barang-barang peninggalan kerajaan yang masih terpelihara dengan baik. Di sekitar istana ini kita dapat menikmati keindahan alam dengan udara yang sejuk. Terletak di Kecamatan Tanjung Emas Kabupaten Tanah Datar.
 Pagaruyung adalah lokasi kediaman Raja Minangkabau sebagai pusat pemerintahan. Sekarang rumah gadang yang ada disana merupakan replika dari Istana yang aslinya dengan lukisan di dinding luar dan atap yang menjulang berbentuk tanduk kerbau.

14. Lembah Harau

lembah_harau1.jpg
Merupakan cagar alam dengan bukit kapur yang curam dengan ketinggian 100 sampai 150 m yang terletak 14 km dari Payakumbuh. Disini juga ditemui lima buah air terjun yang selalu mencurahkan airnya yang jernih. Di tempat ini juga tersedia fasilitas untuk berkemah bagi wisata remaja dan kegiatan mengelilingi cagar alam melalui jalan setapak. Direncanakan cagar alam ini akan menjadi taman margasatwa yang pertama di luar Pulau Jawa.












15. Pandai Sikek
pandai_sikek1.jpg
Pandai  Sikek  dikenal  sebagai  daerah  pusat  kerajinan ukiran dan tenunan Kain  Songket.  Pandai  Sikek   terletak  di  kaki Gunung Singgalang lebih kurang 10 km sebelum memasuki kota Bukittinggi dengan pemandangan yang indah. Disini kita juga dapat melihat kehidupan masyarakat yang bertani secara tradisional. Desa ini memiliki 1000 buah alat tenun. Lukisan kayu dan perabot rumah tangga juga dibuat disini.
 





 16. Pulau Sikuai
pulau_sikuai1.jpg
Pulau Sikuai, salah satu pulau yang terletak di sisi barat Pulau Sumatera hanya terletak sekitar setengah mil laut dari kota Padang dan dapat dicapai menggunakan kapal angkutan khusus dengan waktu tempuh 35 menit  berangkat dari dermaga airud Bungus. Pengunjung pulau dapat menginap di hotel resort yang dilengkapi fasilitas hotel berbintang dua. Resort ini menyediakan 21 buah cottage dengan kapasitas sekitar 45 kamar. Selain menikmati keindahan pantai dan wisata bahari, trekking mengitari pulau atau menjelajahi hutan alam sampai panjat tebing juga dapat dilakukan oleh pengunjung yang senang petualangan alam.


17. Kawasan Bukit Langkisau
bukit_langkisau1.jpg
Bukit Langkisau memiliki ketinggian 1.000 kaki yang terletak antara Desa Salido dan Kota Painan-Pesisir Selatan. Selain dapat menikmati pemandangan yang memukau ke laut lepas, kawasan bukit langkisau juga dimanfaatkan sebagai sarana olahraga terbang layang dengan lokasi pendaratan di pantai Carocok atau pantai Salido.
 





18. Pulau Cubadak
p_cubadak2.jpg
Pulau Cubadak adalah salah satu pulau di kawasan Mandeh – Pesisir Selatan yang telah dikelola menjadi objek wisata berskala internasional oleh investor dari Italia. Resor ini memiliki 13 bungalows dan satu suite dengan arsitektur alam yang didukung oleh beberapa sarana penunjang untuk kegiatan diving, fishing, dan snorkeling. Resor ini dilengkapi pula dengan motor boat, dermaga dan beberapa fasilitas bahari lainnya.
 





19. Jembatan Akar Pesisir Selatan
jembatan_akar1.jpg

Terletak sekitar 30 menit dari Painan, Jembatan Akar merupakan salah satu objek wisata paling unik di Sumatera Barat. Jembatan hidup yang melintasi sungai Bayang ini terbuat dari akar dua bohon beringin yang saling bertautan. Berbeda dengan jembatan pada umumnya yang semakin lama semakin lemah, jembatan akar dengan bertambah usianya pohon beringin semakin bertambah kuat. Konon jembatan ini di desain oleh seorang ulama bernama Pakih Sokan pada awal 1900 an.
 











20. Selancar dan Wisata Pantai di Mentawai
mentawai3.jpg

Kabupaten Kepulauan Mentawai dengan ibu kota Tua Pejat - Sipora berada lebih kurang 135 km dari Kota Padang dapat dicapai melalui laut dengan memakan waktu antara 6-10 jam. Selain memilki pantai yang indah dengan hamparan pasir putihnya, aktivitas wisata atraksi atau bahari yang terkenal adalah kegiatan selancar (surfing) yang dapat dilakukan disekitar pulau Siberut dan Sipora. Akomodasi bagi pengunjung terdapat di beberapa kota kabupaten dan kecamatan.
 







21. Desa Pariangan di Tanah Datar
desa_pariangan1.jpg
Adalah desa tertua di Minangkabau, dimana berasalnya nenek moyang orang Minangkabau, terletak dilereng Gunung Merapi ditepi jalan raya Padang Panjang - Batusangkar. Di desa ini dapat dilihat keaslian bentuk desa adat yang mencerminkan kehidupan sosial Minangkabau seperti Balairung, mesjid, Rumah adat, Lumbung padi yang merupakan unsur pokok dari suatu kelompok sosial orang Minangkabau. Terdapat pemandian air panas, dan beberapa peninggalan sejarah seoperti batu basurek, kuburan panjang yang menurut ceritanya adalah kuburan Dt. Tantejo Gurhano arsitek Rumah Adat Minangkabau.




22. Rumah Peristirahatan Balai Campago
balai_campago1.jpg
Balai Campago terletak di suatu bukit yang sangat indah dengan udara yang sejuk serta kehidupan bermasyarakat yang aman dan tentram, tepatnya di Desa Campago Cuguak Bulek, Mandiangin Koto Salayan Kota Bukittinggi, 4 km dari pusat kota Bukittinggi. Untuk menuju lokasi dapat ditempuh dengan angkutan darat dalam waktu  10 menit dari pusat kota Bukittinggi dan 1 jam 45 menit dari Padang. Balai Campago berdiri di atas tanah seluas 8.038 m2 dengan luas bangunan 3.054 m2 terdiri dari 2 buah bangunan VIP, 1 buah bangunan utama terdiri dari 3 kamar Superior dan 17 kamar standar yang semuanya dilengkapi dengan perabot. Fasilitas yang ada di Balai Campago adalah ruang serbaguna dengan kapasitas 40 orang, lapangan tenis, lobby, lounge teras, jogging track, coffe shop outdoor, deck pandang, menara, musholla dan tempat parkir yang memadai. Fasilitas tersebut dalam waktu dekat akan ditambah dengan kolam renang dan taman bermain. Dari Balai Campago dapat terlihat seluruh keindahan kota Bukittingi, seperti 2 buah pegunungan yang berderet melingkari kota Bukittinggi dan rumah-rumah adat yang terhampar di bawah Bukit Campago.

Di wilayah Provinsi Bengkulu terdapat berbagai objek wisata yang terdiri objek wisata alam, sejarah dan budaya. Berikut ini beberapa objek wisata yang terdapat di wilayah Provinsi Bengkulu.
1. Museum Bengkulu
Di museum ini terdapat mesin cetak Drukkey Populair merek “Golden Press” buatan USA tahun 1930 yang pernah digunakan sebagai mesin pencetak “uang merah”, sejenis Oeang Republik Indonesia (ORI) yang berfungsi sebagai alat tukar yang sah untuk wilayah keresidenan Bengkulu.
2. Air Panas Suban
 
Objek wisata ini merupakan wisata alam terletak di kota Curup ibukota Kabupaten Rejang Lebong. Di lokasi ini terdapat pemandian air panas oleh Pemerintah Daerah setempat dan terdapat air terjun dengan ketinggian 75 meter berhawa sejuk dengan panorama alam yang indah. Di Air Panas Suban terdapat “Batu Menangis” yang menurut legenda merupakan inkarnasi dari seorang putri yang ditinggal oleh kekasihnya. Lokasi berada sekitar 90 km ke arah Timur Laut dari Bengkulu atau sekitar 2 jam perjalanan.

3. Pantai Panjang Gading Cempaka
 
Pantai ini membentang sepanjang 7 km dengan pasirnya yang bersih. Disepanjang pantai terdapat banyak pohon cemara dan beberapa rumah makan, side cottage dan kolam renang. Letak pantai sekitar 3 km dari pusat kota.
 
4. Bunga Rafflesia Arnoldi
 
Bunga ini pertama kali ditemukan di Bengkulu pada masa pendudukan Inggris oleh Sir Thomas Stanford Raffles dan Dr. Arnold di dusun Lubuk Tapi, Kabupaten Bengkulu Selatan pada tahun 1818. Diamater bunga mencapai 100 cm sehingga merupakan jenis bunga terbesar di dunia. Masa kuncup bunga ini berkisar antara 6 sampai 8 bulan, sedangkan masa berkembangnya dengan mekar segar kurang lebih 15 hari. Keunikan bunga ini selain besar dan warnanya yang menarik adalah tidak berakar, tidak berdaun dan tidak berbatang.
Lokasi bunga ini tersebar di seluruh daerah Bengkulu di lereng bukit Barisan, tetapi yang sudah dikonservasikan oleh Direktorat perlindungan Alam Bengkulu, yaitu di :
  • Lokasi Pagar Gunung I, II, III di daerah Kepahiang, Kab. Rejang Lebong (sekitar 55 km dari Bengkulu)
  • Hutan Lindung Taba Penanjung I dan II, Kabupaten Bengkulu Utara (sekitar 30 km dari Bengkulu)
  • Desa Lubuk Tapi, 15 km dari kota Manna Kab. Bengkulu Selatan.
5. Bukit Kaba
 
Lokasi bukit Kaba terletak sekitar 19 km dari kota Curup dengan ketinggian 1.937 meter dari permukaan laut. Di kawasan ini terdapat 2 buah kawah belerang yang cukup besar dengan 12 kepundannya yang masih aktif. Kawasan ini telah banyak dikunjungi oleh wisatawan nusantara untuk menyaksikan kawah belerang Bukit Kaba yang menakjubkan.
 
6. Benteng Marlborough
 
Benteng Marlborough merupakan benteng peninggalan Inggris, didirikan oleh East Indian Company pada tahun 1713-1719 dibawah pimpinan Gubernur Joseph Callet merupakan benteng terkuat Inggris di daerah Timur setelah Benteng George di Madras. Benteng ini didirikan di atas bukit buatan, menghadap arah kota Bengkulu dan memunggungi Samudera Hindia. Bila berdiri di salah satu sisi benteng, kita akan dapat menyaksikan panorama Pantai Padri yang indah dikala matahari terbenam. Tidak jauh dari lokasi benteng terdapat monumen Thomas Parr yang dibangun pemerintah Inggris untuk mengenang residen Thomas Parr yang meninggal di Bengkulu.

7. Museum Rumah Kediaman Bung Karno
 
Bung Karno, proklamator kemerdekaan dan presiden pertama Republik Indonesia, sebelum kemerdekaan pernah diasingkan di Bengkulu. Rumah kediaman selama dalam pengasingan terletak di Jalan Soekarno Hatta dan barang-barang peninggalan beliau tersimpan di dalamnya. Saat ini rumah tersebut telah dijadikan museum oleh pihak Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

8. Masjid Jamik
 
Masjid Jamik yang berbentuk unik terletak di pusat kota Bengkulu merupakan karya Bung Karno sewaktu diasingkan di Bengkulu.
  
9. Makam Sentot Alibasha
 
Sentot Alibasha, panglima pada masa perjuangan Pangeran Diponegoro pernah ​diasingkan di Bengkulu sampai akhir hayatnya oleh pemerintah Hindia Belanda dan dimakamkan di Kota Bengkulu.

10. Perayaan Massal Tabot
 
Upacara ini dilaksanakan sekali setahun di Kota Bengkulu dari tanggal 1 s/d 10 Muharam. Selama 10 hari tersebut dilaksanakan berbagai upacara dan tari-tarian adat yang bersifat tradisional dan berakar dari kehidupan agama. Pelaksanaan perayaan ini cukup meriah sehingga merupakan salah satu hiburan yang menarik di Provinsi Bengkulu dan sekitarnya.
  
11. Suaka Margasatwa dan Taman Perburuan
- Bukit Gedang Seblat
Kawasan seluas 48.750 Km2 merupakan bagian dari Taman Nasional Seblat yang telah ditetapkan Pemerintah yang terletak di Kabupaten Bengkulu Utara sekitar 110 Km dari kota Bengkulu.
Satwa yang banyak terdapat dan dilindungi oleh undang-undang meliputi gajah, harimau, rusa, menjangan, buaya, kera dan berbagai jenis burung serta binatang melata lainnya.
- Gunung Nunua
Terletak di Pulau Enggano, kawasan seluas 10.000 ha yang diarahkan sebagai Taman Perburuan (babi dan kerbau liar).
- Semindang Bukit Kabu
Terletak di Kabupaten Bengkulu Utara, merupakan taman seluas 15.300 ha untuk berburu binatang babi, rusa, menjangan dan kera.
12. Sentra Makanan dan Souvenir Khas Bengkulu
Berlokasi di jalan Soekarno-Hatta (Anggut Atas). Sepanjang jalan ini dapat ditemui toko-toko yang menjajakan makanan dan souvenir khas Bengkulu seperti lempok durian, kue perut punai, emping dan lainnya.
13. Simpang Lima - Soeprapto
Merupakan kawasan pertokoan yang terbentang di sepanjang Jalan Soeprapto. Kawasan ini terdapat toko-toko yang menjual kebutuhan sehari-hari, dari makanan sampai pakaian.
Copyright © 2012 Raun-raun Medan